Meski Terbakar dan Kandas, Semua Penumpang Selamat

PADANG BAI, NUSA PENIDA POST

Terbakarnya KMP Gelis Rauh seolah memperpanjang reputasi buruk sistem moda transportasi yang ada, meski hasil laporan sementara menyebutkan tidak ada korban jiwa tetapi para penumpang terlihat syok. Peristiwa ini seharusnya menyadarkan kita semua pihak baik pengguna, penyelenggara maupun operator transportasi agar lebih memperhatikan keselamatan pelayaran. Laik atau tidaknya sebuah moda ataupun standar kapasitas harus tetap dikedepankan sebelum korban lebih banyak.

Seperti diberitakan sebelumnya, KMP Gelis Rauh berangkat dari Pelabuhan Padang Bai pukul 20.40 Wita (17/7) dengan tujuan Lembar, Lombok, namun kapal terbakar sekitar 5 mil laut dari pantai. Kapal mengangkut 20 ABK dan 53 penumpang serta muatan lain. Dalam beberapa jam kapal yang terbakar terbawa arus ke arah perairan Nusa Penida dan kandas di sebelah barat Pantai Pura Sakenan, Jungut Batu. Sampai pagi hari, asap masih tampak mengepul dari bagian belakang.

KMP Gelis Rauh yang terbakar kandas di Perairan Jungut Batu, Nusa Penida

KMP Gelis Rauh yang terbakar kandas di Perairan Jungut Batu, Nusa Penida

“Tadi pagi kapal sudah terlihat dekat pantai dengan asap yang masih membumbung tetapi sekitar pukul 13.00 kapal kembali bergerak ke arah barat menuju Selat Badung,” tutur I Wayan Sugi warga Jungut Batu, Jumat siang (18/7).

Tim evakuasi yang bergerak cepat berhasil menyelematkan semua penumpang termasuk crew. Setidaknya ada 8 armada yang dikerahkan untuk membantu proses evakuasi, termasuk KMP Nusa Jaya Abadi.

“Dari evakuasi Kapal Nusa jaya Abadi, sebanyak 15 penumpang  dalam keadaan selamat, dua diantaranya terdapat balita. Sementara penumpang lainnya dievakusi oleh kapal penolong yang lain, namun semua selamat,” ungkapnya Kabid Penyeberangan Dinas Dishubminfo Kab. Klungkung I Dewa Gede Sutarta yang juga tim evakuasi. Berikut nama-nama penumpang yang berhasil dievakuasi oleh KMP Nusa Jaya Abadi :

  1. Sumadi (ABK)
  2.  I Gede Agus Budiantara (18) Bebandem, Karangasem Bali
  3. Jihansah (37) Mataram, Lombok
  4. Bandrul (51) Lombok Tengah
  5. I Wayan Dipsa (29) Sumbawa Besar
  6. Humaydi Azami (23) Lombok Timur
  7. Amar (22) Lombok
  8. Herman (21) Lombok
  9. Kristian Kanti (26) Lombok
  10. Badarudin (58) Mataram, Lombok
  11. Sukadi (56) Lombok
  12. Kacis (43) Lombok
  13. I Ketut Swendria (48) Karangasem, Bali
  14. I Gede Arya Mertadana (Balita)
  15. Kadek Widnyana (Balita)

Reporter : Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi