Meski Sempat Diundur, Lomba Jukung Tetap Dinanti

NUSA PENIDA, NUSA PENIDA POST

Semarak perayaan HUT RI ke-70 diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari yang agak ekstrim, unik hingga menggelitik seperti halnya lomba katak. Khusus untuk warga pesisir Nusa Penida, lomba jukung menjadi agenda rutin. Meski ditengah matahari terik, ratusan warga tetap menyaksikan jalannya perlombaan. Bahkan ketika lomba diundur selama 2 jam pun mereka tetap setia menanti. Ketua Panitia, I Nyoman Karyawan yang dikonfirmasi, Senin (17/8) membenarkan adanya penundaan jadwal lomba yang semual pukul 11.00 Wita menjadi sekitar pukul 13.00 Wita. Menurutnya, molornya jadwal perlombaan yang terjadi pada Minggu, (16/8) akibat hembusan angin yang kurang mendukung dan disepakati para peserta.

Lomba Perahu layar 'jukung' memeriahkan HUT RI ke-70

Lomba Perahu layar ‘jukung’ memeriahkan HUT RI ke-70

I Nyoman Karyawan juga menambahkan bahwa jumlah peserta lomba kali ini sebanyak 12 orang yang tersebar dari beberapa kelompok nelayan.

“Ya, lomba yang seharusnya dimulai pukul 11.00 wita diundur dua jam. Ini sesuai permintaan para peserta. Untuk pesertanya sendiri berasal dari nelayan tiga desa diantaranya Suana, Batununggul dan Kutampi Kaler. Kali ini pesertanya sebanyak 12 orang. Peserta yang ikut lebih dahulu diseleksi di desa masing-masing,” jelas Karyawan yang juga Kepala UPT. Kawasan Konservasi Perairan Nusa Penida.

“Lomba kali jauh lebih kompetitif dan bergengsi, kebanyakan peserta merupakan juara lomba perahu layar yang sudah malang melintang di lomba lomba yang sama,” ujarnya.

Peserta start di sebelah timur Pelabuhan Sampalan dan menempuh rute hingga ke pelabuhan sandar nelayan di Desa Suana. Begitu dilepas, sorak dukungan dari penonton begitu ramai menyemangati jagoan masing-masing. Sekitar pukul 16.00 Wita, seluruh peserta sudah tampak di titik akhir dan putar haluan untuk berbalik ke titik awal. Hembusan angin yang cukup bagus membuat perlombaan menjadi menarik dan diwarnai aksi Salip menyalip.

Mengantisipasi kemungkinan terburuk, panitia bekerja sama dengan pihak aparat baik Kepolisian Perairan dan TNI AL yang bermarkas di Desa Suana. Lomba perahu layar dihadiri oleh Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Gede Arianta,SH, Danposal Nusa Penida Letda Laut (T) Hari Susanto, Kasatpol Air Nusa Penida, I Putu Ardana.

“Kondisi alam sekarang sangatlah kurang bersahabat. Dalam perlombaan perahu layar, kami menerjunkan semua anggota Danpos TNI-AL Nusa Penida beserta Kapolsek, Kasapol Air serta semua pihak agar perlobaan ini berjalan lancar sesuai dengan harapan bersama, “ terang Danposal Nusa Penida Letda Laut (T) Hari Susanto.

Peserta lomba yang sempat diwawancarai mengaku hadiah dari panitia bukan tujuan utama namun lebih mengutamakan partisipasi dan semangat nasionalisme.

“Angin menjadi penentu perlombaan ini. Disamping keahlian para peserta, kondisi layar dan jukungnya. Hadiah sangatlah kecil, namun bukan itu yang menjadi persoalan tapi semangat dan rasa nasionalis yang kami junjung,“ ucap I Wayan Supartana peserta dari Desa Kutampi Kaler.

Reporter: Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi