Menggali Potensi Dibalik Miniatur Perahu Layar

KUTAMPI, NUSA PENIDA POST

Ada berbagai cara unik atau bahkan tak biasa untuk mengisi liburan, seperti yang dilakukan oleh Komunitas Miniatur Jukung (red; perahu layar). Ketika sebagian warga memanfaatkan momen liburan dengan mengunjungi sejumlah objek wisata, kelompok Komunitas  Miniatur Perahu Layar justru mengadakan lomba miniatur perahu layar yang dilaksanakan di Pantai Kutampi (1/11). Lomba miniatur sengaja digelar sebagai agenda rutin setiap 6 bulan sekali yang  hampir bertepatan dengan Hari Raya Kuningan.

Penyelenggaraan lomba miniature jukung sudah berlangsung sejak dua tahun lalu dan lomba kali ini merupakan yang ketiga kalinya. Sangat disayangkan jumlah peserta jauh berkurang dibandingkan lomba sebelumnya, hanya diikuti 26 kontestan seperti yang diungkapkan oleh Ketua Panitia, Agus Kardita (24) kepada Tim peliput Nusa Penida Post.

“Jumlah peserta jauh berkurang dan hanya diikuti peserta dari Kutampi saja. Perlombaan sebelumnya pesertanya sebanyak 57 tim dari Karangsari, Batumulapan, Kutapang, Telaga serta Buyuk, sementara lomba kali ini hanya 26 peserta yang ikut andil meskipun pesertanya dari kelompok muda dan tua,” terang Kardita menyayangkan.

Lomba miniatur perahu layar berpotensi dikembangkan sebagai ikon pariwisata dan kerajinan ekonomi kreatif

Lomba miniatur perahu layar berpotensi dikembangkan sebagai ikon pariwisata dan kerajinan ekonomi kreatif

Menurut Kardita, lomba ini diselenggarakan dengan tujuan mempromosikan potensi yang belum tergali di Nusa Penida yang sejalan dengan pengembangan wisata bahari. Pemberdayaan masyarakat pengrajin miniature secara tepat juga diyakini mampu memberi dampak ekonomi dengan menggerakkan potensi usaha kecil.

“Selama ini, Nusa Gede kalah tenar dengan Nusa Lembongan padahal kalau digali lebih jauh, potensi yang kita miliki bisa menjadi aset masa depan. Jika saya pemerintah daerah serius menggarap industri kerajinan miniatur perahu layar, saya rasa ini bisa menggerakkan usaha mikro dan sejalan dengan konsep pengembangan wisata kelautan. Disamping, lomba ini bisa menjadi agenda rutin untuk ajang promosi wisata,” imbuhnya.

Peserta lomba, I Nyoman Gelgel (41) mengungkapkan bahwa ajang semacam ini membangkitkan rasa indahnya kebersamaan antar pecinta perahu layar dan juga menjadi potensi baru wisata di Nusa Penida khususnya di Kutampi. Sejalan dengan Gelgel, Bagus Erawan (30) pun mengungkapkan apresiasi terhadap penyelenggaraan lomba.

“Kami selaku generasi muda memberikan apresiasi yang tinggi terhadap perlombaan seperti ini, disamping mempromosikan Nusa Penida juga membangkitkan kerajinan miniatur yang sudah lama tertidur. Lomba ini nantinya kami harapkan menjadi salah satu ikon Nusa Penida selain ikan mola-mola,” tegas Bagus.

Reporter : Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi