Mengenal dan Mengobati Diare pada Anak, ‘Anak Sehat Ibu Senang’

DENPASAR, NUSA PENIDA POST

Penyakit diare merupakan masalah kesehatan umum yang serius di negara-negara berkembang, terutama pada anak-anak di bawah usia 5 tahun. Resiko tingkat kesakitan dan kematian dari penyakit ini pun tergolong sangat tinggi. Data dari otoritas kesehatan dunia menyebutkan sebanyak 6 juta anak meninggal setiap tahunnya akibat diare dan sebagian besar kasus tersebut terjadi di negara berkembang dengan tingkat sanitasi yang buruk. Menurut badan PBB UNICEF (United Nations of Children’S Funds) bahwa setiap 30 detik ada satu anak diduga terserang diare dan efek sampingnya.

Penyakti diare menyebabkan kematian jutaan anak terutama di negara berkembang

Penyakti diare menyebabkan kematian jutaan anak terutama di negara berkembang

Diare didefinisikan sebagai bertambahnya frekuensi defekasi lebih dari biasanya (lebih dari 3 kali/hari) disertai perubahan konsistensi tinja (menjadi cair) dengan atau tanpa darah ataupun lendir. Menurut etiologinya, diare dapat dibagi menjadi diare cair dan diare berdarah. Apabila ditinjau dari lamanya, diare dibagi menjadi diare akut dan diare persisten yang bersifat terus menerus.

Sebagian besar dari diare akut disebabkan oleh infeksi (virus, bakteri, dan parasit) dan yang terbanyak oleh infeksi virus (Rotavirus). Selain itu, diare juga dapat disebabkan oleh makanan basi, obat-obatan, penyakit saluran cerna dan di luar saluran cerna, peradangan bagian panggul dan makanan yang tidak bisa diserap usus. Banyak dampak yang dapat terjadi karena infeksi saluran cerna antara lain pengeluaran racun-racun yang dapat menimbulkan gangguan pengeluaran dan penyerapan kembali cairan dan elektrolit.

Kematian akibat serangan diare dipicu dehidrasi akibat kehilangan cairan dan elektrolit melalui feses. Pengelolaan diare saat ini difokuskan pada pencegahan dehidrasi dan komplikasi. Penatalaksanaan diare secara komprehensif dan rasional menurut Unit Kerja Koordinasi (UKK) dikenal dengan Lima Lintas Tatalaksana yang terdiri dari rehidrasi, dukungan nutrisi, suplementasi zinc, antibiotika selektif, dan edukasi kepada orang tua.  Evaluasi terhadap diare merupakan perhatian yang utama bagi dokter. Pemahaman terhadap tipe diare yang spesifik, penyebab dan terapi yang potensial sangat penting untuk menghindarkan anak dari diare. Penanganan yang kurang tepat akan berdampak buruk hingga berakibat fatal yang berujung kematian.

Secara umum pengobatan diare akut ditujukan untuk mencegah dan mengobati dehidrasi atau kehilangan cairan, gangguan keseimbangan cairan dan zat-zat elektrolit, gangguan penyerapan akibat kerusakan mukosa usus, mengatasi penyebab diare yang spesifik apakah bakteri, atau virus, atau kuman lainnya, gangguan gizi serta mengobati penyakit penyerta. Bila penanganan dilakukan secara tepat dan lebih awal maka hasilnya akan menjadi lebih baik.

Oleh : dr. I.A. Sri Indra Laksmi