Menelusuri Jejak Seni Lukis Wayang Kamasan

SEMARAPURA, NUSA PENIDA POST

Hingga kini seni lukis wayang khas Kamasan, Klungkung masih mempertahankan karakter istimewanya. Pada masanya, hasil karya ini menjadi salah satu identitas seni yang sangat kuat bahkan menjadi primadona dan menyebar ke seluruh Bali. Khusus di kawasan Kertagosa, seni lukis wayang Kamasan terpajang di langit-langit bangunan dengan alur cerita tersendiri. Dalam beberapa periode, geliat seni wayang ini sempat terhenti dengan sedikitnya seniman yang bisa menelurkan karya. Kondisi ini menggugah I Nyoman Mandra untuk mendidik generasi baru agar seni khas ini tetap bisa ajeg.

Maestro seni lukis wayang Kamasan, I Nyoman Mandra (kanan) ketika menerima kunjungan tim penulis dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

Maestro seni lukis wayang Kamasan, I Nyoman Mandra (kanan) ketika menerima kunjungan tim penulis dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

“Seni lukis Wayang Kamasan pernah mengalami stagnan ketika kemampuan sket wayang hanya menyisakan tiga orang, diantaranya saya sendiri. Dari situ tergugah mendirikan sebuah sanggar membangkitkan kembali dan menampung anak-anak agar mengetahui seni lukis wayang kamasan,” ujar Mandra saat dikunjungi tim workshop penulisan sejarah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, (13/5).

Menurut Mandra, regenerasi merupakan sebuah keharusan agar seni wayang tidak punah ditelan waktu. Proses regenerasi melibatkan anak-anak dil ingkungan Banjar Sangging demi kelanjutan dan pengembangan seni lukis wayang kamasan di masa yang akan datang. Diakuinya, membuat lukisan wayang memerlukan bakat seni dan keuletan dalam pengerjaannya. Tidak hanya dijadikan tempat belajar bagi warga lokal, sanggar yang dikelola bersama anaknya ini juga menjadi pusat edukasi bagi warga asing yang tertarik mempelajari lukisan wayang Kamasan.

“Tidak saja warga sekitar yang tertarik seni lukis ini, wisatawan mancanegara seperti Jepang tertarik mempelajari lebih mendalam,” imbuhnya.

Mandra juga menambahkan bahwa pelestarian seni harus dilakukan secara sinergi dengan seluruh elemen, termasuk dalam hal ini pemerintah. Setidaknya perlombaan melukis wayang pada hari besar tertentu menjadi indikator perhatian pemerintah. “Berterima kasih kepada pemerintah, seni lukis Kamasan telah dijadikan agenda lomba setiap hari besar. Ini bukti perhatian serius perkembangan seni lukis itu sendiri,” tegas sang maestro.

Reporter: Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi