Menanti Revitalisasi Pelabuhan Tradisional Sampalan

BATUNUNGGUL, NUSA PENIDA POST

Daerah Sampalan, Desa Batununggul merupakan kawasan sentral bagi pengembangan ekonomi masyarakat karena posisinya strategis di pusat jantung kota Kecamatan Nusa Penida. Sampalan juga menyediakan akses utama bagi fasilitas publik dengan area civic center-nya termasuk keberadaan Pasar Mentigi dan Pelabuhan Tradisional Sampalan. Kawasan ini pun mulai dilirik sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif dengan rencana revitalisasi di sejumlah titik penting yang meliputi Pelabuhan Tradisional Sampalan.

Hal ini mengemuka dalam agenda rapat rutin yang diselenggarakan oleh Krama Banjar Sampalan, Desa Batununggul , Kecamatan Nusa Penida (23/10). Rapat kali ini lebih ditekankan pada pembahasan mendalam tentang penataan kawasan Pelabuhan Tradisional Sampalan menjadi pusat eknomi bisnis dan pariwisata yang menarik untuk dikunjungi seperti diungkap oleh I Dewa Made Suardita (37), Kelian Banjar Sampalan.

Pelabuhan Tradisional Sampalan akan direvitalisasi menjadi pusat ekonomi bisnis dan pariwisata

Pelabuhan Tradisional Sampalan akan direvitalisasi menjadi pusat ekonomi bisnis dan pariwisata

“Pelabuhan Tradisional Sampalan merupakan kawasan pantai yang berada di kota Kecamatan Nusa Penida. Sampai saat ini kurang tertata bahkan terkesan kurang sedap dipandang. Untuk itu, kami masyarakat Banjar Sampalan sebagai pengelola pelabuhan akan menatanya agar lebih berfungsi dan menggairahkan kawasan ini menjadi pasar sengol pada malam harinya,” ujar Suardita.

Tokoh masyarakat setempat I Dewa Made Anom Darmawan (42 ) juga mengamini bahwa pentaan kawasan Pelabuhan Tradisional Sampalan ini tidak hanya menjadi pelabuhan pada umum tetapi juga menjadi ruang publik sekaligus kawasan bisnis dan pariwisata dengan bentangan pantai. Penataan yang bagus akan memberikan efek ekonomi masyarakat setempat, yakni menjadi kawasan pelabuhan yang terkoneksi sebagai ruang terbuka dan tempat bermain anak-anak. Anom menambahkan penataan kawasan ini diharapkan memberi citra dan mengembalikan fungsi lingkungan di area pelabuhan tradisional sebagai kawasan yang memiliki prospek wisata.

“Kami berharap pemerintah mau memberikan dana stimulan untuk pengembangan dan penataan kawasan pelabuhan tradisional. Apabila revitalisasi kawasan pelabuhan bisa terealisasi maka akan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat. Bukan hanya pemerintah saja yang membangun, peran aktif masyarakat sangat diperlukan,” tegas Anom.

Reporter: Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi