Membenahi Carut Marut Eks Galian C

DAWAN, NUSA PENIDA POST

Hingga kini kawasan eks galian C yang berada di wilayah Dawan tepatnya Gunaksa, Tangkas dan Jumpai masih menyisakan sejumlah masalah. Pembebasan lahan di sejumlah titik yang menjadi akses ke Pelabuhan Gunaksa juga ditengarai terjadi kongkalikong hingga menyeret beberapa oknum ke balik jeruji besi. Saling klaim kepemilikan lahan masih terjadi bahkan tanah negara pun diakui sebagai milik pribadi. Anehnya lagi, kabar yang beredar menyebut sejumlah pihak memiliki lahan ratusan hekatr padahal luas eks galian C ini hanya 300 hektar lebih. Kondisi ini jelas membuat takut para investor untuk berinvetasi mengingat belum jelasnya status kepemilikan lahan.

Secara otomatis, kondisi lahan praktis tidak bisa dimanfaatkan hingga semua kemelut terselesaikan. Senin, (30/3) kemarin, Bupati Klungkung didampingi Wakil Bupati, I Made Kasta melakukan pertemuan dengan masyarakat tersebut termasuk pemiliknya untuk melakukan pendataan. Menurut Suwirta, pendataan bertujuan untuk memberi kejelasan bagi para pemilik lahan. Ia juga menampik bahwa pendataan dan penataan eks galian c yang meliputi wilayah Gunaksa, Sampalan, Tangkas dan Jumpai untuk kepentingan pribadi melainkan untuk kepentingan Klungkung.

Pemkab Klungkung melakukan pertemuan dengan para pemilik lahan untuk melakukan pendataan, Senin, (30/3)

Pemkab Klungkung melakukan pertemuan dengan para pemilik lahan untuk melakukan pendataan, Senin, (30/3)

“Saya berharap para pemilik lahan tidak mempunyai pemikiran bahwa ada kepentingan pribadi dan mencari keuntungan dalam pendataan dan penataan pemanfaatan lahan galian C,” ujar Suwirta.

Pihak Pemkab Klungkung dipastikan telah membentuk tim pendataan yang akan bekerja mendata para pemilik lahan sesuai dengan batas masing-masing. Selain memudahkan penataan, pendataan bisa dijadikan acuan untuk normalisasi Tukad Unda.

Proses pendaatan yang dilakukan pihak pemkab mendapat apresiasi dari apra pemilik lahan. “ Saya sangat antusias dan mendukung upaya Pemkab Klungkung dalam mendata tanah kami di Bekas Galian C, kalau bisa secepatnya didata dan libatkan pula klian subak setempat,” ungkap salah satu pemilik lahan, Ketut Adnyana.

Pemilik lahan lain,  Kadek Puspa dan Wayan Sarka mengaku sudah lama menanti pendataan ini hingga ada kejelasan status. “Sejak lahan saya diterjang lahar Gunung Agung, saya terus menanti nanti aksi pendataan ini, namun baru sekarang hal itu dilaksanakan,” kata Sarka.

Reporter: Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi