Mata Air Temeling Menjadi Destinasi Wisata Baru

BATUMADEG, NUSA PENIDA POST

Momen libur Idul Fitri menjadi agenda istimewa untuk berwisata. Sejumlah tempat wisata di Pulau Dewata mengalami lonjakan kunjungan, tak terkecuali objek wisata di Kepulauan Nusa Penida. Kondisi ini terlihat dari tingginya jumlah penyeberangan di Pantai Sanur menuju Nusa Lembongan dan Nusa Gede (red; Penida), Selasa (29/8) lalu.

Wisatawan mengaku tertarik mencoba destinasi baru yang lebih menantang. Selain objek wisata di Nusa Lembongan yang menjadi list wisata, Mata Air Temeling menjadi primadona destinasi baru. Tidak hanya dikunjungi wisatawan lokal dan domestik, turis mancanegeara pun ikut berbaur menikmati pesona Temeling. Lokasi wisata alam ini cukup jauh dari dari pusat kota kecamatan, tepatnya di Banjar Salak, Desa Batumadeg. Dari pelabuhan, pengunjung harus menempuh jarak sekitar 35 kilometer ke arah barat. Tidak hanya itu, minimnya fasilitas jalan membuat wisatawan harus rela trekking sepanjang 1, 6 kilometer. Namun, keindahan yang ada di Mata Air Temeling sanggup membayar kelelahan sepanjang perjalanan. Terdapat kolam alami yang cukup besar dimana pengunjung dapat berenang dan berendam sepuasnya. Deburan ombak yang dihadang karang besar membuat suasana semakin istimewa, semua masih terlihat alami dan asri.

Pengunjung menikmati keindahan objek wisata Mata Air Temeling

Pengunjung menikmati keindahan objek wisata Mata Air Temeling

Thia Wirotama, pengunjung asal Gianyar mengaku kaget dan tidak menyangka dengan suguhan wisata Mata Air Temeling. “Sungguh mempesona, jarak yang jauh seakan terbayar tuntas akan eloknya pemandangan. Disamping mata airnya, pantainya tak kalah menarik. Deburan ombak serta beningnya air laut bikin kami betah lama-lama,” ujarnya.

“Objek wisata yang menjanjikan, namun fasilitas yang disediakan sangat minim terutama akses jalan serta toilet. Kalau bisa secepatnya fasilitas dibangun,” imbuhnya.

Informasi yang tersedia tentang wisata di Temeling sangat terbatas, termasuk fasilitasnya. Namun, minimnya informasi justru membuat pengunjung penasaran dan memilih datang langsung. Sementara wisatwan asal Belgia, Jean Luc Vaz menuturkan alam yang ditawarkan objek ini sangatlah natural dan berharap pengunjung tidak membuang samaph sembarangan.

This is my first visit, the view is still natural, I hope the visitors throw the trash to right place,” (red; Ini kunjungan pertama saya, pemandangannya masih alami, saya harap pengunjung membuang sampah pada tempatnya), harap Jean.

Reporter: Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi