Warning: Use of undefined constant ĎDISALLOW_FILE_EDITí - assumed 'ĎDISALLOW_FILE_EDITí' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/npm2017/public_html/wp-config.php on line 36
Nusa Penida Media | Masuk KSPN dan KKP, Pengeboman Karang Masih Marak
 

Masuk KSPN dan KKP, Pengeboman Karang Masih Marak

NUSA PENIDA, NUSA PENIDA POST

Kekayaan pesisir dan keunikan bahari Nusa Penida termasuk biotanya memiliki nilai eksklusif. Hal ini juga mendorong kawasan ini ditetapkan menjadi satu dari 21 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Dengan luas hampir 20.057 hektar, ada ratusan hektar mangrove serta padang lamun, termasuk 296 jenis karang dan 576 jenis ikan dimana lima diantaranya jenis ikan baru ditemukan di perairan ini. Biota laut besar seperti mola-mola, pari manta, penyu, paus, hiu dan lumba-lumba menjadi pelengkap istimewa.

Meski sudah ditetapkan sebagai kawasan konservasi perairan pada Juni lalu bukan berarti kawasan perairan, terutama terumbu karang dan biodata lautnya aman dari ganggguan tangan-tangan jahil. Pelanggaran seperti memancing di zona inti bahkan pengeboman ikan dan karang masih sering terjadi. Untuk mengelabui petugas, nelayan pengebom ini rata-rata beraksi malam hari, kondisi ini jelas menyulitkan petugas untuk melakukan patroli dan penangkapan.

Tim Kerja KKP yang melakukan patroli mendapati nelayan yang masih menangkap ikan di zona inti

Tim Kerja KKP yang melakukan patroli mendapati nelayan yang masih menangkap ikan di zona inti

Patroli rutin yang dilakukan tim KKP masih menemukan banyak pelanggaran. Sejumlah nelayan masih lego jangkar pada zona inti serta perburuan biodata dilindungi terutama di kawasan Manta Point.

‚ÄúPelanggaran yang paling kita takutkan adalah pengeboman karang. Tidak hanya membahayakan kelangsungan terumba karang, namun rusaknya terumbu yang menjadi rumah bagi biodata laut juga akan berdampak pada kelestarian satwa itu sendiri,‚ÄĚ jelas I Nyoman Sangging selaku ketua tim patroli KKP (18/11).

Kepala UPT. Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (PPK) Kecamatan Nusa Penida ini mengatakan aksi pengeboman yang dilakuan para nelayan yang tidak bertanggung jawab sangat sulit ditangkap, pasalnya mereka beraksi malam hari. Sementara tim KKP hanya berpatroli pada siang hari itupun tidak setiap hari turun ke laut. Terbatasnya sarana membatasi gerak tim patroli ditambah luasnya area kawasan berikut kondisi lautan yang sering tidak menentu.

Guna mencegah semakin maraknya aksi pengeboman, Sangging mengaku akan berkoordinasi dengan TNI AL dan Polair untuk melakukan patroli malam hari.

‚ÄúMudah-mudahan cepat terealisasi agar aksi pengeboman bisa ditekan. Untuk daerah pesisir utara Nusa Penida, kami harapkan warga juga proaktif untuk menjaga kelangsungan terumbu karang,‚ÄĚ harap Sangging.

Reporter : Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi