Mahasiswa KKN Gelar Suana Festival, Tak Lagi Hanya Buat Patok Batas

SUANA, NUSA PENIDA POST

Kegiatan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) biasanya identik dengan pembuatan patok tapal batas wilayah atau desa. KKN yang merupakan implementasi Tri Darma Perguruan Tinggi tidak hanya membuat plang semata namun seyogyanya mampu meningkatkan peran mahasiswa sebagai kaum terdidik untuk mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan sesuai dengan potensi yang dimiliki masing-masing daerah. Dalam dua tahun belakangan, sejumlah perguruan tinggi mulai mengarahkan mahasiswanya untuk melakukan KKN di wilayah Nusa Penida. Pertimbangan ini didasari bahwa kawasan kepulauan di selatan Bali semakin berbenah dengan berbagai potensi yang ada.

Desa Suana memiliki potensi besar secara ekonomi dan wisata. Insert: salah satu sudut Pantai Suana

Desa Suana memiliki potensi besar secara ekonomi dan wisata. Insert: salah satu sudut Pantai Suana

Kali ini sebanyak 373 mahasiswa Universitas Pendidikan Nasional melakukan KKN yang tersebar di Desa Sakti, Toya Pakeh, Ped, Kutampi, Kutampi Kaler, Batununggul serta Desa Suana. Secara khusus, kelompok mahasiswa KKN di Desa Suana direncakan menggelar Suana Festival dengan tema lingkungan dan menampilkan berbagai hasil olahan dari rumput laut termasuk aneka kegiatan lomba yang melibatkan masyarakat. Festival digelar selama dua hari, dari 30 hingga 31 Januari 2015 untuk mengangkat potensi yang dimiliki Desa Suana.

“Kami berusaha semaksimal mungkin memberikan yang terbaik kepada masyarakat sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi selama KKN, mulai Januari hingga pertengahan Februari nanti,” terang Koordinator KKN Desa Suana, Yoga Ariadnya beberapa waktu lalu.

“Sebelumnya kegiatan bahkti sosial berupa pengobatan gratis, senam kesehatan tulang, sosialisasi managemen keuangan kepada wirausaha, pelatihan pengolahan rumput laut. Hasil pengelolaan rumput laut akan kami tampilkan di Sunfes,” imbuh Yoga.

Festival yang berlangsung dua hari akan digelar di pelataran parkiran Pura Goa Giri Putri. Berbagai hasil kreatifitas dan olahan seperti rumput laut akan dipamerkan kepada pengunjung. Sementara tokoh muda asal Banjar Suana, I Gede Tapa Sumadi memberi apreasiasi besar atas peran serta mahasiswa KKN di desanya.

“Kami mendukung sekali selama kegiatan ini berjalan positif apalagi mereka mencari bakat dari anak-anak muda lewat berbagai perlombaan terkait potensi yang kami miliki terutama bulung (red; rumput laut), setidaknya mereka sudah mempromosikan desa kami,” ujar Gede yang konfirmasi Selasa siang (12/1).

Gede juga menambahkan Desa Suana dengan topografi pesisir dan pegunungan menyimpan potensi besar baik ekonomi maupun wisata. Setidaknya ada tiga pura besar yakni Goa Giri Putri, Batu Medahu dan Pura Batu Kuning yang bisa dijadikan wisata spiritual. Wilayah pesisir juga tak kalah dengan pertanian rumput laut termasuk wisata bahari dengan Malibu Point-nya yang kini mulai dilirik.

“Kita juga masuk kawasan wisata cuma sayang sekali masalah sampah belum tertangani. Meski sudah ada plang kawasan wisata dan dilarang buang sampah nyatanya truk pengangkut sampah tidak ada. Ya kami berharap ada solusi untuk itu,” harap Gede yang kini bergelut di bidang pariwisata.

Reporter: Santana Ja Dewa & I Gede Sumadi

Editor: I Gede Sumadi