Macet, Warga Justru Terobos Rambu

BATUNUNGGUL, NUSA PENIDA POST

Pasar Mentigi yang ada di daerah Sampalan, Desa Batununggul menjadi sentra perekonomian bagi hampir seluruh warga yang tinggal di Kepulauan Nusa Penida, baik Nusa Gede, Lembongan maupun Ceningan. Laju dan denyut nadi pergerakan ekonomi sangat tergantung dari keberadaan pasar ini. Penumpukan aktivitas jual beli pada satu titik seperti ini kerap kali memicu kemacetan terutama menjelang hari raya ditambah kurangnya kesadaran warga untuk mematuhi rambu-rambu yang ada. Seolah tak mau kalah, sejumlah pedagang pun tampak menggelar dagangan di area parkir akibatnya jalur keluar masuk kendaraan menjadi tersendat.

Untuk mengurai kemacetan, dinas terkait membuat rekayasa lalu lintas di kawasan Pasar Mentigi

Untuk mengurai kemacetan, dinas terkait membuat rekayasa lalu lintas di kawasan Pasar Mentigi

Rekayasa jalur lalu lintas yang dibuat Dinas Perhubungan justru tidak diindahkan. Sedianya, arus kendaraan dari arah barat dibelokkkan ke kiri menuju jalur Pelabuhan Nusa Penida. Selanjutnya tembus di lapangan sehingga kendaraan yang keluar dari pasar menuju ke barat bisa melaju lancar namun nyatanya banyak pengemudi yang memotong jalur. Jalan yang sudah sempit ditambah parkir di kedua sisi jalan dibuat lumpuh tak bergerak.

“Sudah seminggu plang pelarangan roda empat melintasi jalan menuju Pasar Mentigi dari arah barat menuju timur atau sebaliknya. Larangan ini dimulai pukul 08.00 hingga 11.00 Wita. Jadi pengguna roda empat berbelok ke arah Pelabuhan Roro menuju ke timur sampai ke perempatan Lapangan Umum Sampalan,” terang Kepala UPT Dsihubminfo Nusa Penida, I Made Pengaptajaya, Selasa pagi (30/6).

Made pun mengakui pihaknya berkoordinasi dengan satuan lalu lintas Polsek Nusa Penida. Ia pun berharap adanya kesadaran dari pengguna jalan demi kenyamanan bersama.

“Kita butuh proseslah. Perlahan-lahan nanti juga mengikuti. Toh nanti yang melanggar kita beri peringatan. Jika masih ngeyel, satuan Lantas yang akan menindaklanjuti. Kita berharap kepada semua pengguna jalan agar mematuhi aturan agar terciptanya ketertiban,” tambahnya.

Reporter: Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi