LST dan Kreativitas Anak Pesisir, Pulu Tembus Surfer Internasional

JUNGUT BATU, NUSA PENIDA POST

Keindahan destinasi wisata di Pulau Lembongan sudah begitu mendunia dan masuk tujuan wisata favorit. Ribuan wisatawan mengunjungi kawasan ini setiap harinya. Berbagai aktivitas wisata mampu membuat wisatawan betah berlama-lama menghabiskan liburan. Tidak hanya mangrove, wisata bawah air, snorkeling, diving ataupun sekedar bersantai menikmati suasana khas pulau, deburan ombak pun ternyata juga menjadi incaran. Surfing kini menjadi salah satu aktivitas wisata sedang digemari, tidak hanya sekedar adu gengsi tetapi olahraga ini butuh nyali, keahlian dan keberanian. Tidak hanya wisatawan asing, warga lokal juga menikmati sensasi menari di atas ombak.

Peserta dan panitia di ajang kompetisi surfing yang diselenggarakan LST

Peserta dan panitia di ajang kompetisi surfing yang diselenggarakan LST

Untuk mewadahi kreativitas kamu muda bidang olahraga surfing, dibentuklah organisasi LST atau yang lebih dikenal Lembongan Surf Team. Organisasi inilah yang kemudian menelorkan surfer kelas dunia super wahid. Menurut Ketua LST, Wayan Lena yang  dikonfirmasi di sela kegiatan kali ini, LST dibentuk untuk mengarahkan anak-anak muda agar lebih mencintai olahraga dari pada kegiatan yang berbau negatif. Pembuktian terbesarnya adalah lahirnya surfer yang mempunyai nama besar di tingkat nasional maupun internasional. Beberapa anggota LST sudah pernah berkompetisi di kancah Benua Eropa dan Australia.

“Namun tidak hanya itu, LST lebih mencari bibit-bibit yang bisa bersaing dengan anak-anak lain dari seluruh dunia dan mengarahkan mereka untuk mencintai olahraga,” ujar Wayan.

“Untuk lokasi kompetisi, itu di area dekat ship wreck, Jungut Batu. Pesertanya sendiri ada 64 orang dengan tiga kategori, pertama di bawah 14 tahun, kedua di bawah 18 tahun dan terakhir kelompok open, yang bisa diikuti semua kelompok umur,” jelas Wayan.

Tahun ini, LST kembali mengelar kompetisi mulai 18 sampai 20 Juli, LST kembali menggelar kompetisi untuk mencari bibit-bibit surfer yang nantinya akan dikirim pada berbagai ajang. Tidak hanya perlombaan semata, kompetisi juga diawali aksi bersih pantai dan penanaman mangrove. Dukungan mengalir deras dari berbagai pihak, pelaku wisata hingga dukungan pemerintah daerah untuk pertama kalinya.

“Disamping mencintai olahraga, LST juga mengarahkan anak-anak muda untuk mencintai alam dan lingkungan,” tutur Perbekel Desa Jungut Batu,  I Gede Suryawan yang juga pemilik New Brow Surf School ini.

Pulu, Surfer Lokal Go Internasional

Sejak LST menggulirkan kompetisi beberapa tahun lalu, tidak banyak yang tahu jikan LST sudah berhasil mencetak surfer terbaik. Sejumlah nama terkenal seperti I Komang Putra Hermawan, Agus Trimanto, Putu Anggara, Wayan Susiana, Komang Sastrawan dan masih banyak lainnya merupakan cetakan LST. Satu nama yang paling bersinar hingga kini adalah I Komang Putra Hermawan yang biasa dipanggil ‘Pulu’ dengan prestasi mendunia.

Salah satu surfer yang lahir dari kompetisi LST, I Komang Putra Hermawan 'Pulu'

Salah satu surfer yang lahir dari kompetisi LST, I Komang Putra Hermawan ‘Pulu’

Pemuda yang belum genap 23 tahun ini sudah melakoni banyak ajng kompetisi yang melambungkan namanya sebagai salah satu surfer yang diakui di dunia. Beberapa kejuaraan pernah diikutinya diantaranya kejuaraan Indonesian Surfing Champion 2010, Indonesian Pro Junior Champion 2010. Pulu juga pernah meraih posisi ke-4 pada kejuaraan dunia Grom Search Final Bells Beach, Australia. Berikutnya kejuaraan dunia, World Surf League di Pantai Keramas Bali 2013 dan juara 1 Siargao Internatioanal Surfing Cup 2013.

“Saya sudah menekuni surfing sejak duduk di bangku Sekolah Dasar,” ungkap Pulu di Pantai Jungut Batu.

‘’Dengan mengikuti kompetisi di Indonesia atau di luar negeri membuat saya punya banyak pengalaman bertanding sekaligus mempertemukan saya dengan surfer top dunia,” ujar pemuda asli Lembongan ini.

Diakuinya, ia bisa menghabiskan waktu berjam-jam di pantai. Pulu yang juga anggota LST ini ikut memberikan bimbingan bagi surfer pemula dan juga bertugas mempromosikan LST dan pariwisata. Lewat hobi dan olahraga yang ditekuninya, Pulu mempromosikan pariwisata secara langsung.

Reporter : Santana Ja Dewa/NNL

Editor: I Gede Sumadi