Lomba Surfing, Menikmati Manufer Surfer di Bibir Ombak

JUNGUT BATU, NUSA PENIDA POST

Satu lagi agenda Festival Nusa Penida yang menyedot perhatian adalah kompetisi surfing. Lomba yang digelar di dua spot yakni playground dan laceration sempat ditunda karena air surut dan ombaknya relatif kecil. Informasi dari Ketua penyelenggara, I Wayan Lena menyebutkan ada tiga kategori perlombaan, under 14 dengan 16 peserta, under 18 juga 16 peserta dan open division diikuti 23 surfer.

Lomba surfing pada Nusa Penida Festival 2015, Minggu (4/10)

Lomba surfing pada Nusa Penida Festival 2015, Minggu (4/10)

“Kita ada tiga kategori lomba dengan peserta lokal. Untuk penilaian meliputi ombak, manufer dan finishing. Rencana mengundangan surfer luar tapi keterbatasan anggaran. Kalau bisa kompetisi disatukan dengan kegiatan serupa yang kami punya di LST,” ujar Lena Minggu siang (4/10).

Menjelang pukul 12.00, air mulai pasang dan ombak cukup bagus. Para peserta pun diberangkatkan dengan sekoci ke pontoon untuk diberi penjelasan sebelum kompetisi dimulai. Untuk pengamanan acara, penitia berkkordinasi dengan Pol Air Polsek dan tampak dua anggota kepolision ikut memantau jalannya perlombaan. Beberapa kali panitia sempat memberi arahan kepada surfer lain untuk mengosongkan spot. Lewat pengeras suara, para kapten boat juga diperingatkan mengurangi kecepatan agar tidak mengganggu jalannya kompetisi.

Free surfers, we need your respect, please move and we’re going to use that spot for competition, (red; para surfer, mohon perhatian agar mengosongkan lokasi karena akan kami gunakan untuk lomba),” teriak pantia lewat pengeras suara.

“Kapten boat mohon mengurangi kecepatan, kami sedang ada perlombaan, terima kasih,” imbau panitia.

Secara khusus, pesrta under 14 berlaga di area playground sementara under 18 di sisi timur, tepatnya spot laceration. Ombak besar membuat jalanya lomba semakin seru. Pantauan dari pontoon terlihat para peserta bermanufer cantik mengkuti alur ombak meski sesekali jatuh dan digulung ombak.

Peserta yang rata-rata masih SMP hingga SMA bahkan ada yang masih SD sangat menikmati perlombaan. Gelombang tinggi justru membuat lomba semakin semarak. Panas menyengat tidak mereka hiraukan, para peserta dari open division malah menampilkan permainan yang lebih lihai saat menaklukkan ombak.

Reporter: Santana Ja Dewa & I Gede Sumadi

Editor: I Gede Sumadi