Warning: Use of undefined constant DISALLOW_FILE_EDIT - assumed 'DISALLOW_FILE_EDIT' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/npm2017/public_html/wp-config.php on line 36
Nusa Penida Media | Listrik Bergilir, Air pun Tak Kunjung Mengalir
 

Listrik Bergilir, Air pun Tak Kunjung Mengalir

NUSA PENIDA, NUSA PENIDA POST

Berbagai permasalahan kronis sepertinya enggan beranjak dari Nusa Penida. Entah sampai kapan hal itu bisa terselesaikan meski berbagai upaya telah ditempuh. Air dan listrik menjadi barang langka yang sulit dijaga kestabilannya. Permasalahan ini selalu menjadi momok dan menghantui masyarakat, belum lagi infrastruktur yang masih babak belur. Seperti diketahui, pasokan air bersih tersendat sejak lima hari belakangan. Kondisi serupa juga terjadi pada aliran listrik yang sering padam, tidak hanya harus rela gelap-gelapan, sejumlah barang elektronika juga ditengarai rusak akibat tegangan yang  tidak stabil. Warga sudah sering mengeluhkan mandeknya penanganan kedua problematika tersebut, namun hasilnya tetap nihil.

Lengkap babar jani, ade uling limang lemeng sube. Yeh kapah idup, listrik masih patuh, peteng kodot. Uling-uling pragat care ne duang” (red; Sekarang lengkap, sudah sejak lima hari. Air jarang mengalir, listrik pun sama. Dari dulu selalu begini,” jelas I Kadek Sugiarta, warga Desa Batununggul (24/6) dengan nada kesal. Ia pun menyesalkan tidak adanya pemberitahuan dari pihak PDAM dan PLN.

Terputusnya aliran listrik sejak beberapa hari lalu membuat pasokan air bersih juga tersendat

Terputusnya aliran listrik sejak beberapa hari lalu membuat pasokan air bersih juga tersendat

Kicauan juga muncul dari berbagai akun sosial yang berang dengan penyelesaian ngadatnya pasokan air bersih dan listrik mati. Beragam tanggapan dan kekesalan terlontar dari pengguna media sosial.

“Tyang ingin menyampaikan bahwa di Nusa Penida sedang mengalami pemadaman listrik yg berkepanjangan. Dalam sehari bisa 4-5 kali pemadaman. Dan hari ini dari jam 11 sampai sekarang belum hidup. Dan ini juga berdampak pada matinya air PDAM. Kalau memang ada kerusakan alat ataupun lainnya, mohon diinfokan dan diperbaiki secepatnya. Terimakasih,” demikian dikutip dari pemilik akun facebook, Agus Koriana (24/6). Hal yang sama juga diungkapkan akun Dedhy Laskar Jrbt yang meminta pihak terkait untuk secepatnya memberikan tindak lanjut.

“Mati listrik trus- menerus. Khususnya di kecamatan nusa penida island, tdak ada pemberitahuan k’masyarakat. Kpada yg berwenang sgera tndak lanjutin msalah ini,” tulisnya.

Bupati yang konfirmasi via media sosial karena sedang berada di Jakarta, langsung koordinasi dengan pihak PLN, yakni Manajer PLN Distribusi Bali, I Putu Riasa. Dalam koordinasi tersebut, pihak PLN berjanji untuk segera menyelesaikan krisis listrik dengan memindahkan mesin berkekuatan 5 MW ke Nusa Penida agar awal Juli permasalahan bisa terselesaikan.

“Kami sdg di Pesanggaran P ak, mesin yg saat ini sdg beroperasi kami segera pindahkan 5 MW ke Nusa Penida. Mohon doanya, agar bisa kami selesaikan secepatnya, saya khabari bapak setelah perhitungan waktu / timeline kami fix kan sore ini. Kami tekadkan awal Juli masalahnya sdh teratasi. Semoga tidak ada aral melintang,” demikian tanggapan I Putu Riasa yang dikutip dari akun Nyoman Suwirta (24/6).

Jaringan listrik Bali – Nusa Penida yang memanfaatkan kabel bawah laut juga mengalami kendala sehingga tidak optimal. Program pembangkit listrik dengan tenaga gelombang laut yang terpasang pun gagal bahkan tanpa kelanjutan sama sekali. Sementara, subsidi BBM berupa solar untuk mesin pengangkat air di Peguyangan belum bisa memenuhi kebutuhan pelanggan. Pemprov Bali menggelontorkan dana 1 miliar per tahun untuk pembelian BBM guna menaikkan mata air Peguyangan. Sejatinya, Nusa Penida memiliki sejumlah sumber air dengan debit yang cukup untuk memenuhi kebutuhan warganya, seperti mata air Penida, Temeling, Seganing, Sekartaji, Tabuanan dan yang tersebar di Peguyangan dengan volume di atas 100 liter per detik. Terputusnya aliran listrik secara otomatis berpengaruh pada keberlangsungan suplai air bersih karena sebagian mesin pengangkat air memang bergantung pada ketersediaan energi listrik.

Reporter: I Gede Sumadi & Purwa Adnyana

Editor: I Gede Sumadi