Warning: Use of undefined constant DISALLOW_FILE_EDIT - assumed 'DISALLOW_FILE_EDIT' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/npm2017/public_html/wp-config.php on line 36
Nusa Penida Media | Libur Galungan, Crystal Bay Menjadi Idola
 

Libur Galungan, Crystal Bay Menjadi Idola

PENIDA, NUSA PENIDA POST

Libur perayaan Hari Raya Galungan menjadi moment istimewa untuk berwisata yang hanya datang setiap enam bulan sekali. Sehari setelah Galungan atau yang lebih dikenal “Manis Galungan” dimanfaat oleh warga Nusa Penida yang kebetulan pulang kampung dengan mengunjungi sejumlah objek wisata. Seperti yang terlihat di Crystal Bay (Pantai Penida), Kamis, 24 Oktober 2013, ratusan wisatawan lokal dari berbagai daerah memadati pantai dari pukul 08.00 wita sampai menjelang sunset. Bentangan pantai berpasir putih halus dengan atol kecil berhias pura menjadi magnet tersendiri untuk dikunjungi.

“Hampir ratusan pengunjung yang datang sejak pagi tadi dan diprediksi sampai pukul 18.00 sore,” terang I Made Arna (31) yang juga koordinator pengelola Pantai Crystal Bay ketika ditemui di loket masuk (24/10). Arna juga menambahkan, setiap pengunjung dengan sepeda motor dikenai biaya masuk sebesar Rp 2.000 sementara speed boat yang parkir untuk aktivitas penyelaman sebesar Rp 25.000 per boat.

“Semua dana yang terkumpul dikelola oleh Banjar Adat dengan persentase 50% ke banjar dan 50% ke Desa Sakti. Dana ini dipakai untuk pembangunan dan kegiatan keagamaan di Pura Ulun Danu,” imbuhnya. Ketika disinggung masalah pengamanan terkait membludaknya pengunjung, Arna mengakui sudah berkoordinasi dengan life guard dan melibatkan masyarakat setempat dalam pengaman karena arus laut di Crystal Bay dikenal cukup kuat.

Ratusan pengunjung menikmati keindahan Pantai Crystal Bay pada momen libur Galungan, Kamis, 24 Oktober 2013

Ratusan pengunjung menikmati keindahan Pantai Crystal Bay pada momen libur Galungan, Kamis, 24 Oktober 2013

Ratusan pengunjung tampak larut dalam kesenangan masing-masing, banyak yang rela menantang kerasnya ombak demi snorkeling. Beberapa kelompok wisatawan juga memanfaatkan indahnya pantai dengan bermain sepak bola. Tak Mau kalah, sekelompok muda-mudi juga sibuk berpose sambil berbasah-basahan.

“Saya sudah tiga kali ke sini, tempatnya bagus dengan pasir lembut, cocok untuk liburan,” coleteh Desi Ambarawati (21) sambil terseyum. Gadis manis asal Banjar Baledan, Desa Klumpu yang ditemani Lasmiati (21) mengaku memilih Crystal Bay sebagai tempat liburan karena keistimewaan suasana pantainya meski ini bukan kunjungan pertamanya.

Tak jauh beda, Ni Kadek Ayu Wandira (18) juga datang bersama rombongan untuk menikmati libur Galungan. Ayu dan rombongan rela menempuh jarak 40 Kilometer dari Banjar Jurang Batu, Desa Suana hanya untuk menikmati pesona dan deburan ombak Pantai Penida. “Kami datang dengan rombongan sejak pukul 13.00 untuk menghabiska liburan di sini,” pungkasnya.

Crystal Bay Minim Fasilitas Umum

Dibalik membludaknya kunjungan wisatawan ke Crystal Bay, ternyata tidak diimbangi dengan ketersediaan fasilitas umum yang bisa digunakan pengunjung. Hasil pengamatan menunjukkan angka kunjungan tidak hanya pada musim liburan tetapi hampir setiap hari puluhan wisatawan baik lokal maupun mancanegara datang ke pantai ini. Crystal Bay memang menjadi ikon pariwisata bagian barat Nusa Penida, sayangnya sejumlah keluhan bermunculan terkait sarana dasar penunjang objek pariwisata. Salah satu permasalahan klasik yang sering dikeluhkan adalah ketidaktersediaan toilet dan changing room (red; kamar ganti) termasuk tidak adanya rubber boat. Pihak pengelola memastikan sudah berulangkali menyampaikan hal tersebut kepada pihak berwenang tetapi akhirnya masih nihil.

“Kami sudah pernah sampaikan permasalahan ini tetapi sampai saat ini belum ada tindakan riil dari pihak berwenang,” jelas I Made Arna dengan mimik kecewa.

Ketika hal ini dikonfirmasi ke salah satu tokoh muda dari Banjar Penida, I Nyoman Wata (35) menjelaskan bahwa peran pemerintah daerah dalam menata kawasan Pantai Crystal Bay masih sangat minim sehingga masyarakat setempat berinisiatif sendiri untuk mengelola kawasan dengan kemampuan seadanya.

“Ketidaktersediaan fasilitas menjadi kendala dalam pengembangan pariwisata di sini. Tidak mungkin tamu yang datang hanya berenang, makan dan jalan-jalan, mereka juga perlu toilet atau kamar ganti sedangkan seperti yang terlihat, fasilitas tersebut sama sekali tidak ada,” keluh Wata.

Tingginya kunjungan diprediksi akan berlangsung sampai manis (red;H+1) Kuningan bahkan Sabtu, 26/10, salah satu pengunjung memanfaatkan keindahan pantai untuk menggelar acara ulang tahun seperti yang dilakukan Ni Putu Eka Anggreni pada perayaan ultah yang ke-23. “Saya ke sini untuk merayakan ulang tahun sekalian liburan,” tutur Eka disela-sela perayaan.

Reporter: I Gede Sumadi

Editor: I Komang Budiarta