Lentera Maya Melawan Hoax di Media Sosial

SEMARAPURA, NUSA PENIDA POST

Masyarakat pengguna internet atau netizen harus lebih cerdas dalam menjaring informasi yang beredar di dunia maya. Berbagai isu sering kali berbanding terbalik dengan fakta yang ada. Berita bohong alias hoax beredar luas di berbagai jejaring media sosial via facebook, twitter, termasuk YouTube. Sejumlah oknum bahkan sengaja menyebar berita palsu untuk berbagai kepentingan. Berita hoax yang disebar bisa dipastikan tidak memiliki sumber dan referensi yang jelas hingga meresahkan masyarakat. Belakangan berita hoax semakin marak dengan menyasar isu sara. Kondisi ini praktis bisa menjadi ancaman bagi bangsa Indonesia dengan kebhinekaannya.

Nonton bareng dan diskusi untuk melawan berita hoax

Sejumlah pihak menilai kondisi ini cukup memprihatinkan, hampir setiap saat netizen disajikan berita hoax dengan berbagai balutan kebohongan. Masyarakat awam yang kurang memahami sumber berita biasanya langsung  membagikan. Untuk melawan merebaknya berita hoax,  ICT Watch, Watch Doc bekerja sama dengan BaleBengong.net,  Cinema Klungkung, Bali Blogger Comunity, Nusa Penida Media, JCI Semarapura dan SAFENET membuat acara nonton bareng film dan diskusi  ‘Lentera Maya Melawan Hoax’.

Kegiatan nonton bersama dan diskusi akan digelar di Balai Budaya Semapara pada Rabu (22/3) sekitar pukul 17.30 Wita. Diskusi akan menghadirkan pembicara Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Kapolres Klungkung AKBP FX Arendra Wahyudi, SIK, Dirjen Aptika Kementerian Kominfo Semmy Pangerapan, pegiat ICT Watch Matahari Timoer serta Diah Dharmapatni dari BaleBengong.net.

“Berita hoax sudah meresahkan masyarakat melalui jejaring media sosial,” ucap Diah Dharmapatni,

“Masyarakat sebagai penerima berita bisa memilih berita-berita yang bisa dipercaya kebenarannya. Melalui nobar film dan diskusi ini diharapkan pengguna media sosial lebih arif menggunakan bermedia sosial,” imbuh Diah.

Senada dengan Diah, Osila dari Cinema Klungkung menyambut baik acara nonton bareng  untuk mengedukasi melawan berita bohong tersebut. “Ketika ada keinginan ada acara nonton film dan diskusi tentang melawan hoax, saya menawarkan diri untuk tempat di Klungkung. Karena Klungkung juga rentan terhadap isu hoax. Kemarin saja isu penculikan anak cukup santer di media sosial. Tetapi ketika diklarifikasi ke pihak kepolisian ternyata hanya berita hoax,” kata Osila.

Reporter: Dana

Editor: I Gede Sumadi