Warning: Use of undefined constant ĎDISALLOW_FILE_EDITí - assumed 'ĎDISALLOW_FILE_EDITí' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/npm2017/public_html/wp-config.php on line 36
Nusa Penida Media | Lebah Permasalahan Dunia Kedua Setelah Global Warming
 

Lebah Permasalahan Dunia Kedua Setelah Global Warming

Download Nusa Penida Post Vol20 Klik Gambar di atas!

Download Nusa Penida Post Vol20 Klik Gambar di atas!

TANGLAD, NUSA PENIDA
Saat ini dunia didera oleh berbagai isu lingkungan. Isu yang paling hangat adalah global warming. Namun secara tidak sadar, ada isu lain yang tidak kalah krusial. Lebah! Makhluk  kecil dengan sejuta peran tetapi terkesan tidak dianggap. Keberadaan lebah di dunia sekarang ini sudah mulai berkurang secara drastis. Penyebab utama adalah iklim dunia  yang relatif tidak tentu yang berpengaruh pada ketersediaan pakan lebah di alam liar.

Di beberapa belahan dunia, termasuk di Benua Amerika,¬†keberadaan lebah, terutama lebah madu sudah mulai¬†langka. Banyak lebah yang bermigrasi bahkan banyak yang¬†mati, diperkirakan karena kontaminasi cairan kimia dari¬†obat pembasmi hama. ‚ÄúPara petani jeruk di Amerika mulai¬†cemas dengan kelangkaan lebah di sana. Betapa tidak,¬†semenjak keberadaan lebah mulai berkurang penghasilan¬†buah terutama buah jeruk di Amerika turun drastis.‚Ä̬†(Sebagaimana dilansir oleh VOA)

Lebah akan menjadi permasalahan dunia kedua setelah global warming. Lebah berperan besar pada proses penyerbukan untuk menghasilkan buah. Tanpa bantuan lebah, tanaman tidak bisa memproduksi buah yang rentan memicu gagal panen dan selanjutnya terjadilah krisis pangan. Bisa dibayangkan, penduduk dunia pun terancam tidak bisa menikmati buah dan sayur apabila tidak ada lebah yang membantu proses penyerbukan tersebut. Keberadan lebah di suatu tempat juga menjadi indikator terhadap keseimbangan sebuah ekosistem. Daerah yang memiliki banyak lebah berarti keseimbangan ekosistemnya terjaga. Sebaliknya, daerah yang jumlah lebahnya berkurang mengindikasikan daerah tersebut sudah mengalami pencemaran atau kerusakan ekosistem.

Sudah seharusnya masyarakat menjaga lebah-lebah tersebut salah satu caranya dengan budi daya lebah. Budidaya¬†lebah baik dikembangkan pada daerah yang kaya akan¬†keanekaragaman hayati, sebagai contoh daerah Nusa Penida.¬†Secara spesifik, Nusa Penida adalah suatu daerah yang¬†berpotensi besar untuk membudidayakan lebah, khususnya¬†lebah madu. Keberadaan aneka tanaman yang tumbuh di¬†daerah ini merupakan habitat ideal. Mulai dari mangga, kelapa,¬†jeruk, apokat, aneka bunga dan sayur bahkan durian pun ada di¬†Nusa Penida. Disamping pembudidaya bisa memanen madu,¬†keberadaan lebah membantu menjaga keseimbangan rantai¬†biologi. ‚ÄúAkan ada banyak manfaat yang dihasilkan dari budi¬†daya lebah madu,‚ÄĚ ujar Mr. Appleton yang akrab dipanggil Pak¬†Made Organik dari FNPF Nusa Penida (9/3).

I Made Astra (50) pembudidaya lebah asal Desa Tanglad, Nusa Penida.

I Made Astra (50) pembudidaya lebah asal Desa Tanglad, Nusa Penida.

Di Desa Tanglad, lebah madu sudah dibudidayakan sejak 15¬†tahun yang lalu. Salah satu pembudidaya adalah I Made Astra¬†(50), sudah mulai membudidayakan lebah madu sejak tahun¬†1998. Budi daya ini berawal dari keisengan ketika ia melihat¬†lebah madu di lubang bataran (red; tumpukan batu terasering)¬†tempatnya membajak. ‚ÄúUntuk budi daya lebah madu memang¬†gampang-gampang susah. Kita harus rutin mengambil madunya 3 bulan sekali ketika musim tumbuhan berbunga, kalau tidak begitu ia akan buhu,‚ÄĚ (red; musnah dari sarang) tuturnya sambil menunjuk sarang lebah madu. Budi daya dilakukan dengan menggunakan sarang buatan yang disebut kungkungan. Kungkungan dibuat khusus dengan memanfaatkan kulit batang pohon kelapa yang sudah lapuk sehingga berbentuk tabung yang kedua sisinya diberi lubang kecil tempat keluar masuk lebah. Selain memanfaatkan kulit pohon kelapa, masyarakat biasanya menggunakan papan yang dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai balok kayu.

Ketika musim hujan, lebah madu akan malas keluar sehingga produksi madunya otomatis berkurang. Sehingga panen madu biasanya enam bulan sekali dengan hasil 600 ml per kungkungan (red; sarang buatan) dan terkadang lebih bergantung pada musim. Dalam kondisi normal, satu sarang lebah madu buatan bisa menghasilkan madu sekitar 400 ml sampai 600 ml untuk masa panen setiap 4 bulan sekali. Untuk setiap 600 ml lebah madu dihargai sebesar Rp. 300.000,-. Seorang pembudidaya seperti Pak Made bisa membudidayakan lebah madu sebanyak 30 kungkungan. Setiap kali panen, ia bisa meraup untung kisaran Rp. 12.000.000,-. Selain manfaat secara ekonomi, budi daya lebah juga membantu menjaga rantai kehidupan dan ekosistem.

Warong tempat budidaya lebah.

Warong tempat budidaya lebah.

Cara lain yang bisa dilakukan untuk menjaga keberadaan lebah adalah dengan mengurangi penggunaan bahan kimia pada tanaman. Lebah sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Hilangnya lebah berarti kerusakan lingkungan yang nyata pada salah satu jaring kehidupan secara global. Lebih bukan lagi masalah sepele, keberadaan lebah sangat berarti bagi keberlangsungan manusia di planet bumi. (Gun)