KSPAN Bentengi Generasi Muda dari Ancaman Aids dan Narkoba

NUSA PENIDA, NUSA PENIDA POST

Generasi muda Indonesia kini dihadapkan pada dua ancaman besar yakni HIV Aids dan narkoba. Jika tidak ada tindakan pencegahan secara terpadu, dalam beberapa tahun kedepan akan terjadi lost generation. Berbagai langkah preventif memang sudah dilakukan pemerintah dari tingkat pusat hingga level paling bawah termasuk membentuk organisasi Kelompok Siswa Peduli Aids dan Narkoba (KSPAN). Gerakan ini pun diperlombakan untuk mendorong siswa menyalurkan bakat pada wadah yang benar agar terhindari dari ancaman HIV Aids dan pengaruh narkoba.

Gerakan Kelompok Siswa Peduli Aids dan Narkoba diyakini bisa membentengi siswa dari ancaman HIV Aids dan narkoba

Gerakan Kelompok Siswa Peduli Aids dan Narkoba diyakini bisa membentengi siswa dari ancaman HIV Aids dan narkoba

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali yang dirilih pada Juni 2016 menyebutkan jumlah kasus HIV dan AIDS terdapat pada rentang usia 25-49 tahun yang masuk golongan usia produktif. Dalam laporan setebal 270 halaman, penyebaran HIV Aids didominasi melalui hubungan seksual. Jumlah kematian akibat AIDS pada 2015 lalu sebanyak 36 orang dengan rasio laki-laki 24 orang dan perempuan 12 orang.

Tak kalah horor, tingkat pecandu narkoba di Bali pun semakin mengakhawatirkan dengan jumlah penduduk yang tak lebih dari 4.200.000 jiwa, Bali berada di urutan 11 secara nasional. Tidak hanya kalangan dewasa, narkoba bahkan sudah masuk peredaran hingga anak-anak sekolah SMP bahkan SD. Setiap hari diperkirakan 30 hingga 50 orang meninggal akibat narkoba di Indonesia. Secara terpisah Kabupaten Klungkung berada di posisi 8 penyalahgunaan narkoba jika dibandingkan dengan 8 kabupaten atau kota lainnya.

Menurut panitia penilai KSPAN Provinsi Bali Made Suparta menegaskan pembinaan lewat berbagai program untuk mencegah siswa terjerumus pada penyalahgunaan narkoba. Ditambahkan peran semua pihak menjadi kunci keberhasilan kepeduliaan terhadapa generasi muda dari ancaman HIV Aids dan narkoba. Berbagai aktivitas dan kreativitas termasuk berkesenian diyakini bisa mengarahkan siswa pada hal-hal positif. Khusus untuk Klungkung, dua sekolah di Nusa Penida menjadi duta KSPAN tingkat provinsi. Untuk tingkat menengah pertama diwakili SMP Negeri 3 Nusa Pendia sementara tingkat atas, SMA Negeri 1 Nusa Penida terpilih sebagai duta.

“Saya tercengang melihat penampilan yang disuguhkan siswa. Nusa Penidam emang luar biasa dengan pemandanganny,a tidak kalah juga siswanya bisa bersaing dengan sekolah yang ada di Bali daratan. Kemajuan pariwisata Nusa Penida menjadi sorotan dunia, siswa juga kreatifitasnya terus terang saya merasa nyakin sekolah ini bisa juara,” ujar Suparta pada kunjungan ke SMA Negeri 1 Nusa Penida Selasa kemarin (15/11).

Proses penilaian yang berlangsung di SMA Negeri 1 Nusa Penida juga dihadiri langsung tim pembina KSPAN Kabupaten Klungkung, Camat Nusa Penida I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya, Perbekel Ped I Ketut Karya, unsur Muspika Nusa Penida hingga aparat kepolisian.

I Nyoman Dunia selaku Kepala SMA Negeri 1 Nusa Penida yang dikonfirmasi usai kegiatan menyampaikan kegiatan KSPAN lebih menekankan kegiatan berkesenian seperti membuat kerajinan, melukis, buat topeng dari bahan kertas. Selain program berkesenian, segala upaya anti narkoba dan HIV Aids terus digelorakan dalam bentuk pembinaan dan pengembangan kemampuan siswa diluar akademik.

Reporter: Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi