KKN ISI Denpasar, Menggali Tradisi Terpendam

BATUNUNGGUL, NUSA PENIDA POST

Kampus ISI Denpasar direncankan menerjunkan ratusan mahasiswa untuk menggelar program KKN di Kecamatan Nusa Penida yang disebar ke sejumlah desa. Informasi dari panitia KKN menyebutkan setidaknya 334 mahasiswa akan berpartisipasi dalam kegiatan di 16 desa yang ada. Nusa Penida sengaja dipilih dengan pertimbangan perbedaan karakteristik geografi dan budaya dibandingkan dengan wilayah Bali daratan. Berbagai keunikan budaya dan tradisi yang nyaris punah atau belum muncul akan digali dan dibangkitkan kembali. Hal ini terungkap pada pertemuan awal pihak ISI Denpasar dengan seluruh jajaran perbekel yang difasilitasi pihak kecamatan.

Tim KKN ISI Denpasar menggelar pertemuan dengan perbekel se-Kecamatan Nusa Penida, Kamis, (23/6)

Tim KKN ISI Denpasar menggelar pertemuan dengan perbekel se-Kecamatan Nusa Penida, Kamis, (23/6)

“Tradisi Nusa Penida cukup banyak tapi sebagian saja yang dikenal selebihnya terpendam. Nah, melalui Kuliah Kerja Nyata mahasiswa kami akan membantu masyarakat mengembangkan terutama desa memiliki tradisi unik baik tarian maupun lainya. Kami menerjunkan 334 siswa tersebar di 16 desa dari seluruh prodi yang ada selama sebulan pertengahan Juli dan Agustus mendatang,” papar Komang Sudirga selaku perwakilan ISI Denpasar, Kamis (23/6).

Menurutnya, Nusa Penida kaya akan budaya dan tradisi namun seiring waktu,beberapa diantaranya mulai tersisih. Ada berbagai faktor yang membuat suatu budaya semakin memudar. Tidak hanya lemahnya pemahaman masyarakat, berbagai perkembangan modern saa ini juga dinilia turut andil.

“Keinginan kami kepada mahasiswa agar mampu membangkitkan potensi tradisi unik dan menumbuhkan kembali nilai kebanggan masyarakat Nusa Penida,” imbuh Sudirga pada pertemuan yang digelar di Kantor UPT. Terpadu.

Camat Nusa Penida I Gusti Agung Geds Mahajaya yang turut hadir pada pertemuan menyampaikan apresiasi kepada ISI Denpasar yang mau membantu masyarakat dalam melestarikan budaya dan seni yang ada. Sejumlah tarian klasik yang ada memiliki pakem berbeda dan karakteristik yang berbeda. Tari Jangkang Pelilit, Gandrung Bangunurip, Gambuh serta lainya memiliki keistimewaan tersendiri.

Reporter: Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi