Kimia Farma Jamin Beli Biji Jarak Kepyar Nusa Penida

NUSA PENIDA , NUSA PENIDA POST

Lembaga pengembangan masyarakat ( LP2M ) Universitas Undiksha Singaraja , mengembangkan budidaya jarak kepyar di Nusa Penida. Demplot ( red : uji coba penanaman ) budidaya jarak kepyar ini oleh lembaga pengabdian masyarakat ( LPM ) Undiksha bekerjasama dengan Kimia Farma, ditanam di Penida dan Desa Limo.

I Nyoman Suwindra Selasa, 8 Oktober 2013, dari pihak LP2M Undiksha mengungkapkan “Pendanaan demplot dan biji jarak kepyar berasal dari bantuan Kimia Farma, ini atas saran Prof. Dr. Sundani sebagai inisiator Pengambabdian masyarakat ( P2M ) Dikti sekaligus Kimia Farma”

Lebih lanjut, Suwindra mengatakan “pendanaan dan biji jarak yang dikembangkan berasal dari bantuan Kimia Farma. Setelah setahun, Kimia Farma meninjau demplot jarak kepyar di Nusa Penida . “Alhasil biji jarak kualitasnya sesuai standard kualitas Kimia Farma, dan Pihak Kimia Farma menyatakan sanggup membeli berapapun biji jarak yang dihasilkan dengan harga Rp. 4000,- ( empat ribu rupiah )perkilogram.

Namun harga ditingkat petani dibeli Rp. 3000,- mengingat Rp. 1000,- akan di kelola oleh Koperasi kelompok tani tersebut, papar Nyoman Suwindra yang sehari-hari dosen Fisika di Undiksha Singaraja. Untuk menunjukkan keseriusannya, Kimia Farma memberikan dana pinjaman lunak yang akan dibayar dengan biji jarak kepyar yang akan dihasilkan petani”.

Kendala ulat dan serangan hama menyebabkan hasil panen tahun 2013 ini gagal, itupun diakui Kimia Farma, terang Nyoman yang asli Desa Bodong Nusa Penida ini. Namun demikian ia berharap petani di Nusa Penida mau untuk menanami lahannya yang kosong seperti di Batukandik sehingga bisa mampu meningkatkan pereknomian di Nusa Penida.

"Demplot Budidaya Jarak di Nusa Penida LP2M Undiksha"

“Demplot Budidaya Jarak di Nusa Penida LP2M Undiksha”

Ketika disinggung mengapa di Nusa Penida, Nyoman Suwindra mengaku terpanggil pada tanah kelahirannya Nusa Penida untuk memberikan sesuatu yang dapat dikembangkan. “kami tidak ada kepentingan apapun, kami hanya berharap CSR ( red : dana social ) perusahaan seperti Kimia Farma mampu bermanfaat bagi masyarakat Nusa Penida”.

“LP2M telah melakukan berbagai kegiatan di Nusa Penida sejak tahun 2011 sampai sekarang”. “Kegiatannya seperti pelatihan pembuatan krupuk dari rumput laut, pelatihan pembuatan VCO ( red : virgin coconut oil ), pelatihan Komputer dan tahun ini kami akan menyalurkan bibit bamboo hitam untuk petani di Nusa Penida”.

Dikesempatan lain, Tude Widana ( 27 th )Sabtu, 12/10/2013 yang asli desa pilah Nusa Penida, ketika ditanya program Jarak Kepyar LP2M Undiksha dan Kimia Farma, menyatakan akan siap ikut menanam sekaligus menjadi garda terdepan dalam program itu. “Namun demikian mestinya program ini tidak hanya numpang lewat, sehingga tidak seperti penanaman jarak dan kapas sebelumnya dimana orang tua dan para tetangganya pernah membudidayakannya. Setelah jarak dan kapas menghasilkan tidak ada yang membeli”.

Tude Widana berharap, Agar tidak masyarakat Nusa Penida sebagai proyek belaka, sejauh mana jaminan Kimia Farma mebeli hasil biji jarak kepyar petani tersebut, tandas Tude lugas.
Nusa Penida Pos mecoba mengkonfirmasi kepada Kepala UPT Pertanian Nusa Penida Nyoman Sangging ( 51 th ) 8/10/2013 via telepon terkait program jarak kepyar ini.

Sangging mengatakan dirinya tidak tahu akan program tersebut, namun demikian dirinya akan berkoordinasi kepada pihak LP2M Undiksha tentang program pengembangan jarak Kepyar ini.

Reporter & Editor : I Wayan Sukadana