Kembangkan Teknologi Water Pyramid Mangku Mirah Mengubah Air Laut Menjadi Air Tawar

Untuk download Nusa Penida Post Vol 19 klik Ganbar di atas!

Untuk download Nusa Penida Post Vol 19 klik Ganbar di atas!

NUSA CENINGAN, Air adalah sumber kehidupan karena semua mahluk memerlukan air untuk hidup. Terlebih manusia, kebutuhan air merupakan sesuatu yang sangat vital. Ketersediaan air yang cukup menjadi sesuatu yang mutlak untuk keberlangsungan hidup manusia. Namun kenyataan dalam kehidupan kita sehari-hari, di beberapa tempat ketersediaan air adalah sesuatu yang sulit dan mahal. Demikian juga halnya di Nusa Penida, keberadaan air bersih sampai saat ini masih menjadi permasalahan yang mendasar.

Hal ini tampak jelas terlihat dari kehidupan masyarakat di pesisir Nusa Penida masih menggunakan sumur yang rasa airnya payau alias asin. Bagi masyarakat desa yang belum teraliri PDAM, masih mengandalkan tempat penampungan air khusus yang disebut cubang atau bak penampungan air hujan (Nusa Penida Post Vol. 15). Hampir separuh penduduk Nusa Penida mengandalkan cubang, tetapi pada musim kemarau melanda maka air adalah barang langka yang mahal dan sulit dicari, bahkan ada ungkapan pahit yang sering terlontar “meli yeh ngadop sampi (red; beli air jual sapi).”

Sistem Kerja Teknologi Water Pyramid

Ketika Nusa Penida Post berkunjung ke Ceningan (28/3)  dalam rangka meliput pembangunan Jembatan Ceningan secara swadaya, kami menemui Mangku Mirah. Serasa tidak ada habisnya inspirasi yang bisa diperoleh dari orang tua ini. Banyak hal yang telah dilakukan, mulai dari pertanian organik, biogas energi alternatif sampai mengubah air laut menjadi air tawar. Bisa dikatakan bahwa Mangku Mirah berdaulat di negeri sendiri dari hasil karya dan kreatifitasnya. Pada kesempatan ini, kami akan mengajak anda untuk mengenal lebih dekat teknologi water pyramid. Melihat benda yang mirip dengan atap sanggah yang berbahan plastik, kami menanyakan kepada Jero Mangku Mirah, benda apa itu?  Kemudian Mangku yang senang bereksperimen ini menjawab bahwa itu adalah alat pengubah air laut menjadi air tawar. Mendengar jawabannya, rombongan Nusa Penida Post semakin penasaran bagaimana prosesnya dan sistem kerjanya.

Model rancangan sederhana water pyramid

Model rancangan sederhana water pyramid

Mangku Mirah dengan sabarnya menjelaskan teknologi ini menggunakan cara distilasi atau penguapan sederhana. Caranya dengan memanfaatkan teknologi sederhana untuk mengubah air laut menjadi air tawar atau tren-nya disebut water pyramid. “Begini, cara kerja alat ini sangat sederhana, sinar matahari yang tembus lewat tenda plastik piramida akan menaikkan suhu tenda plastik piramida hingga 70° celsius, maka air asin yang berada didalam akan mengembun pada dinding tenda.

Piramida Air yang dibuat oleh Mangku Mirah

Piramida Air yang dibuat oleh Mangku Mirah

Selanjutnya, embun tersebut akan menetes melalui saluran bawah yang ada pada dasar piramida plastik. Tetesan itu disebut distilasi yang bisa juga disebut air tanpa garam dan bakteri,  karena dalam proses penguapan, kotoran seperti garam dan organisme mikrobiologi akan hilang,” papar Mangku dengan lugas. Hebatnya lagi, piramida air juga bisa dipakai untuk menampung air hujan .

Pembuatan Alat Water Pyramid
Water pyramid sederhana bisa kita buat dengan modal yang sangat murah. Cukup dengan menggunakan plastik bening dan bak atau ember. Caranya, bentangkan plastik di atas air laut hingga berbentuk kerucut. Di bawah plastik yang pada bagian atasnya terdapat batu taruh bak atau ember. Maka air laut akan menguap, mengembun di plastik, kemudian akan menetes di bak ember tadi. Sehingga air ini sudah tidak asin lagi dan siap untuk dikonsumsi. Namun demikian Jero Mangku Mirah mengatakan bahwa alat yang ia buat belum beroperasi secara optimal, “Itu belum sempat saya ujicobakan,  karena baru selesai,” pungkasnya. Menyimak penuturan mangku Mirah tentang water pyramid-nya, tim juga melakukan penelusuran tentang pemanfaatan teknologi water pyramid dari berbagai sumber. Alhasil memang teknologi yang sederhana ini sudah lumrah dipergunakan pada daerah-daerah yang kategori sulit air seperti daerah Nusa Tenggara Timur.

Insert: Mangku Mirah

Insert: Mangku Mirah

Tampaknya teknologi ini bisa dicobakan di Nusa Penida sehingga mampu menjadi alternatif pada musim kemarau panjang ketika persediaan air cubang habis. Modifikasi dari teknologi ini menjadi penting yaitu dengan mengubah plastik dengan kaca bening sehingga air yang dihasilkan bisa menjadi lebih berkwalitas. Dibandingkan menggunakan plastik yang berbahan polymer yang bila dalam pada suhu tertentu ikut terlarut dalam air yang menguap sehingga berbahaya untuk kesehatan.(Dan)