Warning: Use of undefined constant ‘DISALLOW_FILE_EDIT’ - assumed '‘DISALLOW_FILE_EDIT’' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/npm2017/public_html/wp-config.php on line 36
Nusa Penida Media | Kembangkan Potensi Besar, Pemkab Semestinya Bangun Pasar Hewan
 

Kembangkan Potensi Besar, Pemkab Semestinya Bangun Pasar Hewan

NUSA PENIDA, NUSA PENIDA POST

Selain pariwisata, pulau yang berada di seberang Selat Badung ini juga memilik potensi besar di bidang peternakan, bahkan sapi Nusa Penida dinobatkan sebagai plasma nutfah nasional. Sebagian warga secara turun temurun pun sudah mengembangbiakkan sapi menjadi mata pencarian utama. Setidaknya dengan jumlah populasi sapi yang berada di atas 23.000 ekor menjadi potensi besar yang layak dikembangkan. Secara kualitas, sapi-sapi ini juga sudah masuk kelas unggul karena bebas dari penyakit kuku dan mulut yang biasanya ditakuti para peternak dan penikmat daging sapi. Tekstur dagingnya dinilai bagus dengan asupan pakan yang masih alami. Beberapa daerah luar pulau sudah mulai mengembangkan sapi ini dengan berbagai keunggulan yang dimiliki. Potensi yang sedemikian besar ini rupanya menjadi perhatian I Made Jana yang juga Ketua Komisi II DPRD Klungkung.

Dalam sebuah sesi diskusi, Senin, (23/3) kemarin, I Made Jana meminta agar Pemkab Klungkung memfasilitasi pembangunan pasar hewan di Nusa Penida guna mengambangkan potensi yang ada. Diakuinya memang sudah ada pasar hewan di sebelah Pasar Mentigi namun dianggap kurang memadai.

Ketua Komisi II, I Made Jana meminta Pemkab membangun pasar hewan mengingat besanya populasi sapi di Nusa Penida

Ketua Komisi II, I Made Jana meminta Pemkab membangun pasar hewan mengingat besanya potensi sapi di Nusa Penida

“Potensi peternakan utamannya sapi, unggas dan babi sangat besar di Nusa Penida, pasarnya kita belum punya. Luas pasar hewan itu hanya 8 are, berada di Pasar Mentigi lagi dan dekat dengan Bungalow milik Pemkab Klungkung, ini tempatnya sangat tidak strategis,” terang Jana.

Menurut Jana, keberadaan pasar hewan ini akan memudahkan interaksi antara peternak dengan para saudagar. Selain ini, nilai jual hewan ternak akan terdongkrak dan lebih stabil serta pengawasan pengiriman sapi ke luar daerah bisa lebih ketat. Sejumlah kalangan termasuk praktisi mengkhawatirkan penjualan secara bebas terutama sapi betina yang masih produktif akan berpengaruh dengan cadangan bibit sapi dan ketahanan genitas sapi asli. Para peternak pun sering mengeluhkan permainan harga oleh oknum saudagar nakal.

“Mereka sering kali terdesak untuk menjual, mengingat pemilik ternak sering didatangi saudagar atau pembeli saat musim-musim krisis keuangan. Peternak yang kepepet dan tidak tahu kondisi pasar pasti jadi korban. Setidaknya dengan adanya pasar hewan tersebut, pemilik ternak bisa menikmati penjualan ternaknya sesuai dengan harga yang pantas dan saudagar mendapatkan keuntungan yang sewajarnya,” imbuhnya.

Ketika ditanya tentang kesiapan pengadaan lahan ideal untuk lokasi pasar hewan, Jana dan pihak legislatif mengaku siap memfasilitasi. “Ada banyak lahan yang bisa dimanfaatkan untuk pasar hewan, di sekitar Pasar Mentigi masih ada lahan, seperti di Banjar Tain Besi, Desa Batununggul. Bila lahan tersebut dinilai tidak memenuhi syarat, bisa saja dicarikan lahan di sekitar Banjar Nyuh Desa, Ped atau wilayah lainnya,” paparnya.

“Gagasan ini bisa kita segera wujudkan, ini sangat penting, mengingat potensi ternak di daerah Klungkung ini sangat besar,” tambah Jana. Berdirinya pasar hewan ini diharapkan menjadi sentra untuk pemenuhan kebutuhan hewan potong di Klungkung daratan dan Bali secara umum. Pembangunan pasar serta rumah potong juga bisa melepaskan ketergantungan pasokan daging untuk pemenuhan konsumsi pariwisata dari Bali daratan.

Reporter: Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi