Kemarin Direndam, Hari ini Digoyang

DENPASAR, NUSA PENIDA POST

Hujan yang mengguyur sejak Jumat (20/1) dini hari hingga sore kemarin membuat sejumlah wilayah di Denpasar terendam. Tingginya curah hujan ditambah buruknya sistem drainase ditengarai menjadi penyebab disamping semakin berkurangnya area serapan air akibat alih fungsi lahan yang tidak terkendali. Berdasarkan hasil pantauan, kawasan terparah yang terendam air meliputi kawasan Renon, Padang Sambian Kelod, kawasan Sanglah, Pulau Nias dan Pulau Bali, Monang-Maning, Jalan Tukad Badung, serta Panjer termasuk beberapa kawasan lain.

Angin kencang yang merobohkan pohon dan menimpa kendaraan di kawasan Jalan Hayam Wuruk Denpasar, (21/2)

Angin kencang yang merobohkan pohon dan menimpa kendaraan di kawasan Jalan Hayam Wuruk Denpasar, (21/2)

Pada beberapa kawasan, tinggi air bahkan mencapai sepinggang orang dewasa sehingga warga dievakuasi menggunakan perahu karet. Sekda Kota Denpasar, A.A. Rai Iswara didampingi Kepala Dinas PU Kota Denpasar langsung turun dan meninjau lokasi banjir di Perumahan Padang Asri juga dengan menggunakan perahu karet. Pengendara yang nekat menerobos genangan air pun harus rela mendorong motor ditengah guyuran hujan. Selain mengakibatkan pemukiman terendam, banjir juga menimbulkan kemacetan parah di sejumlah ruas jalan.

Setelah seharian kemarin direndam banjir, Sabtu sore (21/2) sekitar pukul 14. 35 Wita, angin kencang tiba-tiba melanda dan dalam hitungan menit, pohon-pohon perindang pun tumbang. Kencangnya angin membuat warga berlarian menyelamatkan kendaraan yang terparkir di bawah pohon. Pantauan di Jalan Hayam Wuruk, kencangnya hembusan angin membuat pohon tumbang dan menimpa kendaraan bermotor.

Sejumlah petugas masih tampak sibuk memotong dan membersihkan sisa-sisa pohon tumbang sementara polisi mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat. Kable listrik milik PLN pun terlihat melintang di atas jalan akibat ikut terbawa pohon tumbang.

“Anginnya hanya sebentar tapi keras sekali, saya juga baru dapat info ada kendaraan tertimpa pohon dari komunikasi lewat HT dari rekan-rekan lain,” terang I Gede Agus Sastrawan, warga Tanjung Bungkak Kaja (21/2) yang ditemui di TKP.

Reporter: I Gede Sumadi

Editor: I Komang Budiarta