Kelompok Pecinta Nusa Penida Agendakan Bulan Kunjungan Wisata

koran29

Untuk Download Nusa Penida Post Vol 30 Klik gambar di atas!

NUSA PENIDA, NUSA PENIDA POST
Seperti orang yang sedang jatuh cinta, untuk menyatakan cintanya ia akan memberikan bunga ataupun coklat kepada orang yang dikasihinya. Demikian pula kelompok yang mengatasnamakan “Kelompok Pecinta Nusa Penida (KPNP)” menyatakan cintanya dengan mengadakan acara yang bertajuk “Bulan Kunjungan Nusa Penida”.

“Kegiatan bulan kunjungan diselenggarakan pada Agustus 2013 ini, bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang existence Nusa Penida sebagai “The Last Frontier of Bali” atau benteng pertahanan Pulau Bali. Kita berupaya menjaga alam serta budaya yang masih tersisa keasliannya,” terang I Dewa Suspriana yang juga Ketua KPNP, Jumat, 26/7/2013. Melalui agenda tersebut, wisatawan diundang untuk mengunjungi Nusa Penida sehingga mereka tahu keindahan alam serta keunikan budayanya.

Bali dulunya dikunjungi karena keindahan alam, seni dan budayanya. Celakanya, brand Bali sebagai wisata budaya semakin tergerus menjadi wisata glamor yang penuh sesak dengan night club, musik disko, dugem, dan wisata pesta. Alamnya pun menjerit setiap tahun sawah berganti rupa menjadi ruko dan hotel yang tidak sejalan konsep wisata yang semula didegungkan. Ini harus menjadi pelajaran berharga oleh warga Nusa Penida sehingga keindahan seni budaya dan alam selalu terjaga. Masyarakat pulau diharapkan memiliki jati diri, bangga menjadi penjaga benteng terakhir. Bulan kunjungan sebagai prototype awal dan katalisator tentang bagaimana selayaknya alur wisata yang masuk ke pulau ini. Program-program pro seni, budaya, lingkungan dan spiritual menjadi identitas kuat yang wajib kita kemas kedepannya.

Beranjak dari problematika pariwisata di Bali daratan yang semakin ruwet dengan orientasi keuntungan semata, KPNP membuat pergelaran seni, budaya dan alam dengan segala keasliannya sebagai media promosi kepada para wisatawan baik yang domestik maupun yang mancanegara. Keseluruhan acara dimotori dan dirancang oleh orang-orang yang cinta terhadap Nusa Penida secara swadaya. Masyarakat digugah kesadarannya akan apa yang dimiliki dan secara sadar berjuang bersama menjaga alam maupun budayanya. Ada keistimewaan yang tidak bisa ditemukan di daerah lain, contoh sederhana adalah seni tari Jangkang Pelilit, budaya tenun Cepuk dan Rangrang serta kehidupan bahari Ikan Mola-mola (Sun fish) dan Pari Manta (Manta ray).

view1

Panorama alam bagian selatan dengan latar Samudra Hindia

view2

KPNP membuat papan petunjuk ke sejumlah desa wisata (insert: Tradisi Numpung di Sebunibus)

“Bulan Agustus dipilih karena bertepatan dengan beberapa kegiatan agama dan budaya termasuk karya manusa yadnya maupun dewa yadnya, ngaben massal yang menyuguhkan kegotong-royongan dan keindahan alam Nusa Penida,” ujar Ketua Panitia I Dewa Suspriana. Lebih lanjut, bulan kunjungan berpotensi menggairahkan pariwisata Nusa Penida yang terkesan tidak terurus sehingga mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi pemilik angkutan, rumah makan serta penginapan maupun rumah-rumah penduduk yang disewakan.

Walaupun berbagai keterbatasan dana yang dimiliki Kelompok Pecinta Nusa Penida, mereka tetap optimis memberikan pelayanan one stop service. Pelayanan yang dimaksud adalah KPNP menyediakan penjeputan di bandara, transit hotel, sampai boat transfer, food service dan akomodasi selama berkunjung di Nusa Penida. Informasi dipusatkan secara online via website dan facebook yang dikelola oleh kelompok KPNP. Informasi awal bisa diakses di website yang menyajikan keberagaman budaya dan alam dengan segala eksotikanya. Program yang digagas ini setidaknya menjadi stimulator bagi kegiatan-kegiatan serupa oleh pemerintah sehingga pariwisata tetap berkembang dengan baik tanpa harus merusak alam dan budayanya.

Kendala yang mungkin dihadapi dalam acara ini adalah sangat minimya relawan yang memberi penjelasan dengan Bahasa Inggris maupun lainnya ke wisatawan mancanegara. “Kita terkendala bahasa untuk berkomunikasi, namun demikian seiring waktu, acara yang rencananya akan secara berkelanjutan setiap Agustus ini sebagai evaluasi ke depan untuk terus dibenahi,” ungkap Dewa Suspriana menutup wawancara dengan Nusa Penida Post.

Reporter: I Wayan Sukadana