Kebakaran Melanda Tebing Kelingking Point

BUNGA MEKAR, NUSA PENIDA POST

Kepanikan sempat melanda pengunjung yang berada di Pantai Kelingking pasalnya api melahap semak belukar yang berada di lereng tebing termasuk rute yang biasa dilewati pengunjung. Beruntung, musibah kebakaran yang terjadi kemarin sore, Minggu (20/8) di kawasan wisata Kelingking Point, Banjar Karang Dawa, Desa Bunga Mekar tidak ada korban jiwa. Saksi mata di lokasi kejadian, I Gede Sukara menuturkan api mulai berkobar sekitar pukul 18.15 Wita.

Kebakaran melanda tebing kawasan wisata Kelingking Point

“Saat itu sekitar pukul 18.15 Wita, saya sedang di pantai bawah bersama tamu. Begitu melihat api saya langsung naik bersama tamu agar tidak terjebak. Asap juga mulai tebal,” tutur Sukara yang dikonfirmasi tadi malam.

Proses evakuasi berlangsung lancar berkat bantuan warga sekitar. Masyarakat dan pengunjung pun bergotong royong memadamkan api sebisanya. Medan yang curam ditambah tiupan angin kencang membuat api cepat menyebar sepanjang tebing. Hingga kini belum ada keterangan resmi terkait penyebab pasti kebakaran, dugaan sementara puntung rokok yang dibuang sembarangan. Sementara Camat Nusa Penida, I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya mengakui pihaknya bersama pemadam kebakaran sudah berusaha maksimal tetapi jarak yang jauh dan hembusan angin kencang membuat api cepat menyebar.

“Info kita terima jam 19.10 , jarak dr sampalan ke kelingking dg berat mbl berisi air tdk mgkn bs ditempuh dg wkt 1 jam, ditambah dg tiupan angin yg kencang mk api smakin cpt menyebar, kami dan damkar sdh semaksimal mgkn berbuat, suksma,” tulis Agung lewat akun media sosialnya menganggapi insiden kebakaran.

Memasuki musim kemarau, sejumlah perbukitan yang didominasi ilalang dan semak belukar rentan terjadi kebakaran. Disamping faktor alam, ulah tangan jahil oknum-oknum nakal yang sengaja membakar semak membuat musibah kebakaran hampir terjadi setiap tahun. Sejumlah pihak meminta ketegasan aparat termasuk aturan adat sebagai hukuman bagi pelaku agar ada efek jera.

Reporter: I Gede Sumadi

Editor: I Komang Budiarta