Warning: Use of undefined constant DISALLOW_FILE_EDIT - assumed 'DISALLOW_FILE_EDIT' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/npm2017/public_html/wp-config.php on line 36
Nusa Penida Media | Kebakaran Lahan Picu Kerusakan Lingkungan
 

Kebakaran Lahan Picu Kerusakan Lingkungan

NUSA PENIDA, NUSA PENIDA POST

Musim kemarau menjadi trending topic yang masih dibicarakan masyarakat akibat pergesaran siklus musim yang tak biasa dan menimbulkan permasalahan. Tidak hanya permasalahan krisis air dan hawa panas yang menyengat, kebakaran lahan juga menjadi permasalahan serius. Ratusan hektar hutan dan semak belukar serta tegalan (red; ladang) terbakar di sejumlah titik. Kondisi bukit yang sudah gersang dengan pepohonan meranggas semakin terlihat bopeng kehitaman akibat kebakaran lahan.

Walaupun hujan sudah mulai turun, namun sisa-sisa semak yang terbakar masih terlihat di sepanjang perbukitan Poh Cabol dan Bukit Atuh, Desa Pekraman Pelilit, Nusa Penida. Warga mensinyalir, kebakaran terjadi karena ulah jahil oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Penyebab terbakarnya semak-semak ini akibat puntung rokok yang dibuang sembarangan bahkan ada yang sengaja disulut. Praktis semak dan rumput di sepanjang akses jalan setapak menuju Pantai Atuh terlihat menghitam,” tutur Gede Eka (18/11).

Tampak sisa-sisa kebakaran lahan yang terjadi di Perbukitan Atuh

Tampak sisa-sisa kebakaran lahan yang terjadi di Perbukitan Atuh

Kebakaran hutan dan semak juga terjadi di daerah Desa Suana. Kawasan hutan yang terbentang dari Mundung Asah sampai Bukit Ngandang, Banjar Jurang Batu terlihat hangus akibat kebakaran. Menurut salah seorang warga, I Wayan Sadia (56), kebakaran tidak hanya menghanguskan rumput ilalang dan semak belukar namun ratusan bibit jati dan pijer (red; bibit kelapa) turut menjadi abu.

“Makejang puhun kayang bibit jati ajak pijer telah angus, to ajege basing te,” (red; semua ikut terbakar, termasuk bibit jati dan kelapa,” pungkasnya dengan nada kesal.

Menyikapi kebakaran lahan yang marak terjadi, salah satu tokoh masyarakat I Made Pica (54) meminta adanya ketegasan dari desa pekraman setempat untuk membuat awig-awig sebagai langkah antisipatif. Menurutnya, jika dibiarkan hal ini akan terus terjadi dan memperburuk kondisi lingkungan. Kondisi perbukitan yang gundul akibat kebakaran dikhawatirkan akan memicu penggerusan tanah ketika turun hujan, akibatnya lapisan tanah semakin terkikis dan hanya menyisakan gundukan batu. Hasil pantaun Tim Nusa Penida Post (17/11), hujan yang turun sejak tiga hari belakangan cukup membantu menghentikan perluasan kebakaran lahan.

Reporter: I Komang Budiarta

Editor: I Gede Sumadi