Kawasan Wisata Atuh Dijuluki ‘Raja Lima’

PEJUKUTAN, NUSA PENIDA POST

Program touring pada Nusa Penida Festival 2016 memberi kesan istimewa pada pengunjung yang diajak ke sejumlah destinasi. Peserta juga diajak mengunjungi objek terbaru Suana Point yang dilengkapi dengan ayunan dengan latar laut terbuka. Wisata alam perbukitan di Banjar Anta, Desa Tanglad yang terkenal dengan Bukit Teletubies-nya juga mampu menghipnotis pengunjung. Selanjutnya, kawasan wisata Atuh menjadi tujuan istimewa peserta touring. Gugusan tebing karang, hamparan pasir putih dan pulau-pulau kecil di sekitarnya menciptakan landscape alam yang sangat menawan. Pemandangan pun semakin cantik dengan berdirinya rumah pohon di Bukit Mollenteng. Tebing Titi Bahu dengan pasir lembut di dasar tebing seolah menanti untuk disentuh.

Keindahan wisata Atu dengan gugusan tebing dan atol

Keindahan wisata Atuh dengan gugusan tebing dan atol dilihat dari Bukit Belah Poh

Banyak pengunjung yang begitu takjub dengan pesona alam yang berbatasan langsung dengan samudera biru bahkan ada yang menyandingkan kawasan ini dengan Raja Ampat. Julukan Raja Lima sempat dilontarkan I Ketut Ardana dari ASITA Bali pada sesi touring pertama Jumat siang (7/10). Menurutnya, secara branding sangat tepat sebagai nilai jual destinasi wisata.

“Alamnya sangat komplit dan menjanjikan. Jangan ragu ke Bali, tepatnya Nusa Penida memiliki destinasi tak kalah menarik seperti daerah lainya. Kita namai Raja Lima tetapi bukan menyamakan dengan Raja Ampat,” ujar Ardana.

Destinasi wisata Atuh berada di bagian Tenggara Nusa Penida, tepatnya di Dusun Pelilit, Desa Pejukutan. Setidaknya dibutuhkan waktu 45 menit perjalanan dari pusat kota kecamatan. Bentangan karang berbentuk atol kecil tersebar di sisi selatan. Pulau Padasan merupakan pulau terbesar yang ada di depan Teluk Atuh memiliki luas hampir 5 hektar namun tidak berpenghuni. Objek wisata Atuh juga berdekatan dengan Pantai Sebele di sisi utara dan Pantai Suwehan di sebelah barat.

Reporter: Santana Ja Dewa

Editor    : I Gede Sumadi