Kapal Tongkang Berlabuh Di Banjar Nyuh, Harga Material Turun 30%

Nusa penida, Nusa Penida Post

Dimana ada kemauan disana pasti ada jalan. Demikian pepatah yang tepat dialamatkan pada I Wayan Murka untuk mendaratkan kapal tongkang di Pelabuhan Banjar Nyuh Nusa Penida Senin, 24 Februari 2014. Dengan keberanian dan inovasi yang dilakukan memanfaatkan Pelabuhan Banjar Nyuh yang terbelengkai, akhirnya ia mampu mendaratkan Kapal tongkang walaupun susah payah. Ketika ditanya tentang keberhasilannya mendaratkan kapal tongkang di pelabuhan Banjar Nyuh Nusa Penida berbobot 100 sampai dengan 200 truk bukan tanpa hambatan. Bahkan pada bulan Januari 2014 lalu kapal tongkang yang ia sewa sempat terdampar di Pantai Merta Sari Sanur.

"Kapal Tongkang Berlabuh di Pelabuhan Banjar Nyuh Nusa penida"

“Kapal Tongkang Berlabuh di Pelabuhan Banjar Nyuh Nusa penida”

Demikian pula pada saat pendaratan di pelabuhan Nusa Penida, Murka mengaku harus mencari kesempatan sampai-sampai ia dan awak kapalnya begadang sampai 2 hari menunggu laut tenang. Ini dilakukannya mengingat air laut disekitar Pelabuhan Banjar Nyuh Nusa Penida sangat deras dan dangkal dengan perubahan cuaca yang cepat berubah. “Kami khawatir kapal kandas atau terdampar lagi sehingga bisa dibayangkan kerugian kami bila itu terjadi” terawang Murka getir.

Pria 40 tahun asal Banjar Angkal Desa Suana Nusa Penida ini mengaku bahwa idenya berawal dari permasalahan Pembangunan Nusa penida yang terkendala bahan baku material yang menyebabkan pembangunan infrastruktur di Nusa Penida tersendat. Karenanya Murka dari tahun 2009 berupaya mencari solusi bagaiamana caranya agar kebuntuan permasalahan pengangkutan masalah material di Nusa Penida dari daratan Bali bisa diselesaikan.

Terlebih masa Pemerintahan Bupati I Nyoman Suwirta yang berjanji focus membangun infrastruktur Nusa Penida, tentunya memerlukan material yang banyak dengan biaya yang lebih murah. Solusi mendaratkan kapal tongkang di pelabuhan Banjar Nyuh diharapkan bisa menjadi alternative pemecahan masalah pembangunanan infrastruktur di Nusa Penida , harap pria dua anak ini. “Hal ini juga pernah saya sampaikan langsung ke Bapak Bupati I Nyoman Suwirta ketika beliau berkunjung ke Nusa Penida tempo lalu”, ungkap Wayan.

Ketika disinggung tentang ijin berlabuhnya kapal tongkang di Pelabuhan Banjar Nyuh yang selama ini tidak terpakai, Murka mengatakan telah mengantongi ijin dari Pihak terkait. Namun demikian ketika didesak ijin dari pihak pemerintah daerah Kabupaten Klungkung, Murka mengungkapkan siap berkoordinasi untuk pembangunan Nusa Penida yang lebih baik khususnya dalam penyediaan materialnya.

Tentang harga material yang ia angkut dari kapal tongkang ia ia bawa, Murka telah menghitung bisa menekan harga material sampai 30% dibandingkan mengangkut dengan kapal Roro. Ketika disinggung tentang berapa kali ia bisa keberlanjutan usahanya, Murka optimis bisa 2 kali dalam sebulan tergantung cuaca. Apabila ini lancar dan tidak ada hambatan ini bisa menekan biaya dan menekan inflasi bahan bangunan yang menghantui Nusa Penida selama ini. Karena Kapal Roro yang biasanya hanya satu trip dalam sehari sehingga truk sampai mengantre 2 minggu untuk menunggu giliran menyeberang.

Reporter : I Wayan Sukadana