Warning: Use of undefined constant DISALLOW_FILE_EDIT - assumed 'DISALLOW_FILE_EDIT' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/npm2017/public_html/wp-config.php on line 36
Nusa Penida Media | Kacang ‘Puyung’, Berbuah Namun Tanpa Biji
 

Kacang ‘Puyung’, Berbuah Namun Tanpa Biji

SUANA, NUSA PENIDA POST

Setelah hampir dua bulan menunggu hasil tanam, petani sudah mulai memanen hasil kebun seperti jagung, kacang dan berbagai jenis sayuran. Sebagian masyarakat menerapkan sistem tanaman tumpang sari. Dalam satu petak kebun, biasanya ditanami beberapa jenis palawija, jagung, kacang-kacangan, singkong, undis (red; kacang gude), sorgum, kacang tanah yang membuat kebun terlihat ‘sodot’ (red; lebat). Curah hujan yang cukup stabil selama musim tanam setidaknya ada harapan hasil panen cukup melimpah namun serangan sejumlah hama membuat buah kacang ‘puyung’ (red; tanpa biji). Sebagian Petani membudidayakan kacang tolo yang memang bisa tumbuh di daerah tropis atau lebih dikenal kacang badung oleh masyarakat setempat. Warga biasanya memanfaatkan kacang ini sebagai sayuran baik ‘pencokan’ (red; sambel kacang mentah) maupun diolah menjadi jukut kacang lindung.

Ujan te timan lampias kapat ne lakun ade jagung te kibul, soalne sepan sube metajuk, basin kapat. Agak munduran ulung ujan. Abianle sibak kangin sik hambiakte, honye kibul,” (red; Hujannya cukup stabil musim hujan ini tetapi banyak jagung yang tumbuh subur tetapi tidak berbuah, itu karena terlambat penanamannya. Hujan turun agak mundur dari biasanya. Kebun saya di sisi selatan yang tanahnya tipis, semua jagungnya tanpa biji), tutur I Nyoman Tawan, warga Banjar Jurang Batu Desa Suana, Rabu (11/2) lalu.

Tanaman kacang digerogoti hama sehingga buahnya 'puyung' tanpa biji

Tanaman kacang digerogoti hama sehingga buahnya ‘puyung’ tanpa biji

Keluhan serupa juga disampaikan petani lain, Ni Nyoman Nistri. Ia mengaku panen kacang terancam gagal akibat diserang hama. Hasil penelusuran pada kebun warga mendapati buah kacang merah yang memang digerogoti kutu. Tanaman dengan nama latin vigna angularis ini tumbuh merambat dengan buah yang lebat namun setelah dicek dan dibuka, sebagian tanpa biji, hanya berupa kulit buah.

Timan mebuah lakun puyung. Mare pesu lindung sube alih walang sangit ajak kutu barak-barak te. Ngalih lakaran jukut duang milin-milin, makejang peceng,” (red; Kacangnya berbuah namun tanpa biji. Begitu jadi bakal buah sudah diincar hama dan kutu merah. Untuk kebutuhan sayur pun mesti pilih-pilih karena sebagian kosong tanpa biji), ungkap Nyoman (11/2) yang ditemui di kebun kawasan Bukit Ngandang.

Singkong, jagung dan kacang merah menjadi tanaman andalan untuk mensuplai kebutuhan pokok di daerah pegunungan meski kini warga beralih mengkonsumsi beras. Hasil panen kacang biasanya disimpan sebagai persediaan di musim kering. Jagung pun diawetkan secara tradisional di atas perapian dan dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan di musim kemarau.

Reporter: I Gede Sumadi

Editor: I Komang Budiarta