Warning: Use of undefined constant ‘DISALLOW_FILE_EDIT’ - assumed '‘DISALLOW_FILE_EDIT’' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/npm2017/public_html/wp-config.php on line 36
Nusa Penida Media | Juwet Penyuplai Makanan Satwa
 

Juwet Penyuplai Makanan Satwa

NUSA PENIDA, NUSA PENIDA POST

Juwet (Syzygium cumini) merupakan tanaman tropis yang bisa tumbuh di berbagai media dan toleran di derah kering dengan curah hujan rendah berkisar 1000 mm per tahun. Tanaman yang masuk suku jambu-jambuan (Myrtaceae) ini mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan sekitar yang tergolong cukup ekstrim. Tak pelak tanaman ini bisa ditemukan tumbuh liar di wilayah Kepulauan Nusa Penida yang dikenal daerah tandus berkapur. Pohon juwet mampu tumbuh dengan tinggi di atas 10 meter dan tersebar dari dataran rendah sampai ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut.

Buah juwet berbentuk bulat lonjong dengan warna kuning keruh saat masih mentah. Musim juwet berbuah antara bulan Desember sampai Januari. Saat ini, hampir semua pohon juwet yang ada di Nusa Penida sedang berbuah. Buah yang matang ditandai dengan daging buah yang menghitam-kemerahan. Buahnya yang mirip buah anggur menjadi penyedia makanan bagi ribuan satwa terutama burung.

Juwet menjadi salah satu sumber pakan alami bagi sejumlah satwa

Juwet menjadi salah satu sumber pakan alami bagi sejumlah satwa

Sejumlah satwa, seperti burung, kera dan hewan nokturnal atau kelelawar menjadikan juwet sebagai sumber pakan. Sehingga tidak berlebihan jika juwet dikatakan sebagai salah satu penyuplai makanan satwa yang sangat vital. Hal itu diakui Bayu Wirayudha, chairman Yayasan Friends of National Parks Foundation (FNPF). Ia mengungkan sebuah fakta jika juwet memiliki peran penting dalam kelangsungan hidup satwa terutama burung dalam sebuah ekosistem.

“Banyak satwa yang bergantung dengan juwet terutama bangsa burung. Buah juwet disenangi satwa sehingga bisa mengurangi peluang satwa menjadi hama,” tegas pria yang konsen terhadap pelestarian burung ketika dikonfirmasi via seluler (6/1).

Lebih lanjut Bayu berharap partisipasi warga Nusa Penida dalam melestarikan burung dan habitatnya. Tentunya dengan membiarkan pohon-pohon penyuplai buah seperti juwet, boni dan singepur tetap tumbuh karena pohon-pohon tersebut merupakan habitat dan tempat cari makan burung itu sendiri.

Hasil pengamatan Tim Nusa Penida Post, sepanjang jalan buah juwet tampak ranum menggoda seperti terlihat di jalur Desa Sakti menuju Pantai Crystal Bay. Wisatawan yang melintas pun tak segan berhenti sejenak untuk memetik dan merasakan taste manis agak asem dari buah juwet.  Masyarakat lokal juga biasanya mengkonsumsi buah juwet seperti diakui I Nyoman Tawan (25), warga Desa Suana.

“Jangankan kedis, ibe duang demen ajak juwet. Pidan te biase ngesop juwet sambil ngalih aman sampi. Lamen tare mekobok nyampur aji uyah atau gule,” (red; Jangankan burung, kita saja suka sama juwet. Dulu kami sering makan buah juwet sambil mencari pakan sapi. Kadang kami juga membuat asinan dari buah juwet), cerita Tawan sambil tersenyum mengingat masa kecilnya (2/1).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa juwet mengandung minyak atsiri, jambosin, asam organik, triterpenoid, dan resin yang mengandung asam elagat, dan tanin. Zat-zat yang terkandung tersebut diyakini mampu menjadi obat alternatif untuk penyakit diabetes, kencing manis dan juga diare. Tidak hanya buah, kulit batang juga sering digunakan sebagai pewarna alami kain.

Reporter: I Komang Budiarta

Editor: I Gede Sumadi