Juni Mendatang, Dermaga Gunaksa Rencananya Diuji Coba

KLUNGKUNG, NUSA PENIDA POST

Sejumlah mantan petinggi di bumi serombatan yang terseret kasus dermaga gunaksa kini menjadi pesakitan dibalik jeruji besi. Terlepas dari berbagai kasus yang sempat membelit pembangunan dermaga di Klungkung daratan, tepatnya di eks galian C, Desa Gunaksa, Pemkab Klungkung tetap berupaya merealisasikan pembangunan dermaga. Hampir seluruh fasilitas sudah terbangun kecuali jalur menuju dermaga yang mesti mendapat perhatian lebih.

Dermaga Gunaksa rencananya akan diuji coba pada Juni mendatang. Foto (facebook.com/Dek.Locom)

Dermaga Gunaksa rencananya akan diuji coba pada Juni mendatang. Foto (facebook.com/Dek.Locom)

Di beberapa titik jalur yang ada, jalan masih belum rata dan berlubang sehingga menimbulkan genangan dari luapan aliran Tukad Unda. Dalam pantauan beberapa waktu lalu, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta berharap uji coba bisa dilakukan secepatnya. Rencananya, uji coba akan dilakukan Juni 2016 mendatang selanjutnya, Dermaga Gunaksa diharapkan bisa beroperasi melayani masyarakat. Ia pun memerintahkan Kabid Sarana Prasarana, Wellem Supriyono Ayal dan Dinas PU untuk segera menyelesaikan masalah ini termasuk meratakan jalur dan peningkatan badan jalan.

”Persiapan perbaikan jalan eksisting menuju dermaga harus dilakukan secepatnya, saya tidak ingin ditunda lagi mengingat uji coba pengoperasian dermaga akan segera dilakukan,” harap Suwirta saat memantau pembangunan dermaga beberapa waktu lalu.

Menurut Kabid Sarana Prasarana, Wellem Supriyono, pihaknya akan membuka pintu aliran sungai di bagian barat dermaga dengan bantuan alat berat. Pembukaan ini dilakukan untuk memperlancar aliran debit air sungai sehingga tidak menggenangi jalur yang ada dan menggerus sisi timur dermaga.

Gusti Adi Sura dari Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum mengakui akan segera melakukan perbaikan. Selain meratakan jalan yang berlubang dan membentuk badan jalan yang sempat terputus. Badan jalan juga akan ditinggikan untuk menghindari genangan air sungai yang meluap sewaktu-waktu.

“Dengan menggunakan alat berat, jalan yang berlubang dan tidak rata akan diurug memanfaatkan bahan sirtu yang ada di sekitar lokasi,” jelas Adi Sura.

Reporter: Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi