Jendela Budaya Nusantara: Duta Palangka Raya Meriahkan PKB

DENPASAR, NUSA PENIDA POST

Meski pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) yang ke-36 dinilai monoton dan kurang greget, namun tetap saja pesta budaya tahunan ini menyedot ribuan pengunjung. Sejak dibuka, Jumat, 13 Juni lalu, berbagai pawai, pagelaran, lomba, parade, pameran, sarasehan dan pentas seni budaya telah digelar. PKB tahun 2014 mengambil tema ‘Kertamasa’ dengan makna dinamika kehidupan masyarakat agraris menuju kesejahteraan semesta. Peserta tidak hanya dari perwakilan seniman lokal Bali, sejumlah daerah  bahkan beberapa negara tetangga mengirimkan duta  masing-masing untuk turut memeriahkan PKB.

Salah satu provinsi yang ikut mengisi acara PKB adalah duta Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Bertempat di Kalangan Angsoka (15/6), tim seni budaya bumi borneo menampilkan lagu dan tarian asli suku Dayak. Lagu tradisional yang dipentaskan antara lain; ‘Karungut Manggatang Utus’ yang merupakan seni sastra tutur asli suku dayak yang diiringi tetabuhan pukul gandang garantung. Sementara lagu Peteh  Tatu Hiang dan Mamangun Tuntang Mahaga Lewu dimaknai petuah atau nasehat agar suku dayak senantiasa menjaga identitas dan jatinitas diri dalam pergaulan nasional dan global.

Duta Palangka Raya tampil pada Pesta Kesenian Bali ke-36 (15/6)

Duta Palangka Raya tampil pada Pesta Kesenian Bali ke-36 (15/6)

Tarian yang dipersembahkan pun beragam, mulai Tari Hatangku Hakangkalu yang dalam bahasa Dayak Ngaju berarti bekerja bahu-membahu. Hatangku Hakangkalu merefleksikan kecerian masyarakat Dayak dalam menyambut panen raya dalam falsafah huma betang (red; kekeluargaan dan kebersamaan). Tim budaya kota ini juga menampilkan tari Manalampas Dahiang Baya yang dipercaya sebagai penolak bala. Semua penari mengenakan pakaian khas suku Dayak lengkap dengan senjata mandau dan perisai talawang  serta hiasan dari bulu burung. Pada sajian terakhir adalah tari Kahanjak Atei  (red; kegembiraan hati) yang menggambarkan suasana sukacita suku Dayak Ngaju dengan menarikan Tasai atau Manasai  yang diiringi musik pukul gandang garantung. Penonton yang memenuhi kalangan Angsoka pun diajak ke atas panggung dan menari bersama sebagai ungkapan keceriaan.

Menurut salah satu panitia, Anca (39) yang diwawancarai usai acara mengungkapkan bahwa Provinsi Kalimantan Tengah hampir setiap tahun selalu mengirimkan duta pada Pesta Kesenian Bali. Ini sebagai upaya untuk memperkenalkan budaya pada masyarakat Bali secara khusus dan nasional.

“Kita hampir setiap tahun mengirimkan duta seni pada ajang PKB. Khusus pada PKB yang ke-36, tim kami mempersembahkan lagu dan tarian khas Kalimantan Tengah. Ini juga membuktikan bahwa kami memiliki budaya yang dapat memperkaya khasanah budaya bangsa seperti saudara kami yang ada di Bali,” ungkapnya.

Reporter: I Kadek Ludra

Editor:  I Gede Sumadi