Jembatan Tukad Lanjang Kritis, Empat Desa Terancam Terisolasi

SEBUNIBUS, NUSA PENIDA POST

Jembatan Tukad Lanjang yang berada di Desa Pekraman Sebunibus, Desa Sakti Kecamatan Nusa Penida, Klungkung terancam putus. Pilar penyangga jembatan sudah retak serta ujung jembatan rapuh dimakan usia. Informasi dari sejumlah warga Sabtu (31/8), menyebutkan bahwa ujung jembatan bagian selatan sering mengalami longsor akibat kontruksi yang tidak kuat. Hal ini diperparah oleh lalu lalang truk pengangkut material dengan bobot muatan hampir 8 ton. Tiang penyangga bagian tengah terlihat mengelupas bahkan kelihatan rangka besinya.

Sejumlah sisi tiang fondasi Jembatan Tukad Lanjang mengalami retak dan longsor di bagian selatan

Sejumlah sisi tiang fondasi Jembatan Tukad Lanjang mengalami retak dan longsor di bagian selatan

Gede Tanjung (44) warga setempat, mengatakan jembatan tersebut merupakan jalur utama bagian barat. “Jembatan ini menghubungkan beberapa desa bagian barat yakni Desa Sakti, Desa Bunga Mekar, Desa Klumpu, dan Desa Batumadeg menuju pusat kota selatan. Jembatan ini dibangun pada tahun 1974, bila jembatan itu putus, warga dari empat desa harus memutar arah dengan waktu tempuh yang lebih lama,” jelasnya, Rabu (4/9).

“Ambrolnya fondasi jembatan membahayakan kendaraan roda empat yang melintasi jembatan itu. Kami berharap pihaknya Pemkab segera memperbaiki jembatan ini,” harap Wayan Tasyana (56) warga Dusun Cemulik (31/8).

Jembatan yang berumur hampir setengah abad ini tidak dibangun dengan beban diatas 8 ton, pertimbangan saat itu hanya ada mobil colt di Nusa Penida. Struktur penopang dan rangkanya besinya juga tidak didesain dengan beban berat. Sementara tokoh masyarakat Nusa Penida Ketut Pesta (49), mengakui kondisi Jembatan Tukad Lanjang mengkhawatirkan jika dilintasi kendaraan roda empat. “Pengguna jalan terutama mobil pengangkut material harus ekstra hati-hati saat melintas agar tidak terperosok ke dalam jurang,” terang Ketut ditemui di rumahnya di Banjar Manteb, Sebunibus, Rabu (4/9). Ketut Pesta menilai jembatan Tukad Lanjang sudah kritis dan mendesak diperbaiki dengan pertimbangan manfaatnya. “Penanganan jembatan diprioritaskan Pemkab. Saat ini jembatan masih bisa dimanfaatkan untuk lalu-lalang kendaraan,” tegasnya.

Reporter: Santana Ja Dewa