Jembatan Ceningan – Lembongan Ambruk Telan Korban Jiwa

LEMBONGAN, NUSA PENIDA POST

The Yellow Bridge (red; jembatan gantung) yang menjadi penghubung utama Pulau Ceningan dan Lembongan ambruk pada Minggu malam (16/10) sekitar pukul 18.30 Wita. Peristiwaa naas ini diduga terjadi akibat usia jembatan yang sudah lapuk termasuk banyaknya warga yang menyeberang dalam waktu bersamaan. Tali sling jembatan yang tidak kuat menahan beban pun putus hingga warga tercebur ke laut. Rilis dari Pusdalops BPBD Bali menyebutkan ada 8 korban meninggal dunia dan 34 warga mengalami luka ringan. Kerugian material juga cukup banyak, setidaknya 17 motor warga ikut tercebur namun bisa dievakuasi. Pasca putusnya jembatan, warga langsung terjun membantu korban dengan peralatan seadanya.

Kondisi Jembatan Kuning pasca ambruk Minggu kemarin (foto: BPBD Bali)

Kondisi Jembatan Kuning pasca ambruk Minggu kemarin (foto: BPBD Bali)

Jembatan Kuning dibangun pada 1994 dengan panjang 100 meter dan lebar 1,5 meter. Pengguna jembatan biasanya menyeberang secara bergantian dari sisi jembatan itupun hanya orang dan sepeda motor yang boleh melintas. Pada Pebruai 2013 lalu jembatan sempat ambrol di salah satu sisi dan dilakukan sedikit perbaikan. Sejumlah pihak sangat menyayangkan minimnya perhatian dari instansi terkait hingga akhirnya menelan korban jiwa. Sebelumnya, pihak Pemkab Klungkung sempat memasang himbaun agar warga berhati-hati menggunkan akses jembatan dengan pertimbangan kondisinya yang sudah kurang layak.

“Sebenarnya kondisi jembatan sudah dipertanyakan karena sling utama sudah berkarat dan retak, mungkin hanya setengah yang berfungsi. Sudah sempat dipasang peringatan agar tidak terlalu banyak orang di jembatan,” terang I Wayan Bagiayasa warga setempat.

“Saya sangat prihatin dengan kejadian ini, seharusnya bisa dicegah dengan kesadaran masyarakat untuk mengindahkan peringatan yang ada. Namun yang paling utama ketegasan pihak terkait untuk menentukan apakah jembatan masih layak pakai atau tidak. Kalau memang tidak mesti ada perbaikan, kalau sudah begini nyawa taruhannya,” imbuh Wayan.

Senin pagi, TIM Medis ESR Pusdalops BPBD Bali, Basarnas, Dinas PU, Dinas Kesehatan Provinsi Bali dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali dan Kepala Basarnas Denpasar langsung meluncur ke Lembongan. Pertemuan pun digelar untuk menindaklanjuti musibah putusnya jembatan.

Berikut adalah daftar nama-nama korban ambruknya Jembatan Kuning sesuai data dari BPBD Provinsi Bali hingga siang ini :

  1. I Wayan Sutamat 49 tahun asal Jungut Batu
  2. Putu Ardiana, 45 tahun asal Lembongan
  3. Ni Wayan Merni, 55 tahun asal Jungut Batu
  4. I Putu Surya, 3 tahun, asal Jungut Batu
  5. I Gede Senan, 40 tahun asal Banjar Limo, Kutampi Nusa Penida
  6. Ni Wayan Sumarti, 56 tahun Perempuan, Klatak
  7. Ni Putu Krisna Dewi, 9 tahun Perempuan
  8. Ni Kadek Mustika, 6 tahun Perempuan

Reporter: I Gede Sumadi

Editor: I Gede Sumadi & I Komang Budiarta