Jelang Porcam, Peserta Pusatkan Pelatihan

BATUNUNGGUL, NUSA PENIDA POST

Perhelatan Pekan Olahraga Kecamatan Nusa Penida yang sedianya dibuka pada Senin, (18/4) kemarin diundur menjadi Kamis besok, (21/4) dengan berbagai pertimbangan. Kegiatan yang rencananya dibuka oleh Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta setidaknya mempertandingkan beberapa cabang olahraga, yakni tenis meja, biliar, catur, sepak bola dan bola voli. Hasil pantauan di sejumlah tempat terlihat tim peserta menjalani pemusatan pelatihan masing-masing. Ketua panitia, I Wayan Supartawan yang dikonfirmasi mengakui ada pengunduran jadwal pembukaan Porcam.

Tim peserta Pekan Olahraga Kecamatan Nusa Penida menjalani pemusatan pelatihan

Tim peserta Pekan Olahraga Kecamatan Nusa Penida menjalani pemusatan pelatihan

“Semua peserta antusias dan telah mematangkan materi pemain. Porcam sendiri pembukaan dibuka Bupati Klungkung diundur jadi Kamis, 21 April dengan mempertandingkan 5 cabang olahraga antara lain bola voli, sepak bola, catur, tenis meja dan biliar,” terang Supartawan.

Sementara pelatih tim bola voli Desa Batununggul, I Wayan Suarma yang sempat ditemui di lokasi latihan mengakui pihaknya cukup kesulitan mencair bibit pemain. Pihaknya antusias dengan dipertandingkannya cabang bola voli yang sudah lama vakum. Panitia menetapkan batasan usia pemain maksimal 21 tahun dan 3 pemain senior bisa digabung dalam tim.

“Tim ini baru dibentuk, setidaknya mengasah kemampuan teknik, penguasaan permainan dan ketenangan saat bermain. Atlet voli sulit kita cari, beda dengan Lembongan dan Jungutbatu,” ujar Suarma

Berbeda dengan tim bola voli, tim Futsal Batununggul dinilai lebih siap dengan beberapa kali uji coba. Tidak hanya strategi, mental pemain juga ditempa. Pelatih I Dewa Made Dwipayana menegaskan tidak ada target yang dibebankan kepada pemainnya. Ia hanya mendorong anak asuhnya bermain lepas.

“Tim kami sudah berkumpul sebulan, latihan penguasaan teknik, strategi dan mental pemain. Ini porcam pertama kami tidak tahu kekuatan lawan, setidaknya target akan jadi beban para pemain. Minim pengalaman adalah faktor saat bertanding nanti, kami optimis bisa berbicara lebih baik nantinya,” ulas Dwipayana.

Hal sama dilakukan tim Futsal Kutampi Kaler, Agus Kardita mengatakan selainn penguasaan permaian ia juga menekankan jiwa sportivitas demi kelancaran sebuah kompetisi.

“Jangan terbawa emosi, itu sangat merugikan bagi tim dan lainnya,” harapnya

Reporter: Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi