Jalan Lingkar Keliling Pulau Jadi Prioritas Pembangunan

NUSA PENIDA, NUSA PENIDA POST

Sejumlah perwakilan dari Kementrian RI kembali melakukan kunjungan kerja pada Kamis, (23/2) untuk menindaklanjuti pertemuan sebelumnya yang digelar pada Sabtu, 26 Nopember 2016 lalu. Pejabat yang hadir dari unsur Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman, Sekretariat Kabinet, Kementrian Pariwisata, Kementrian PUPR, Badan Nasional Pengelola Perbatasan, serta Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi. Rombongan pun diajak berkeliling pulau untuk mengetahui secara langsung berbagai permasalahan termasuk potensi yang ada. Tim melakukan kunjungan ke Pantai Penida dan sumber airnya,sumber air di Guyangan,Bukit Teletubies hingga Bukit Mollenteng yang didampingi langsung Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta dan jajaran, Kepala Bappeda,Kadis PU serta pihak Camat Nusa Penida.

Pemkab Klungkung berencana membangun jalan lingkar. Garis warna biru menjadi jalur wilayah yang dilewati jalan lingkar

Dalam paparan dan diskusi, Suwirta menyebut ada sejumlah program prioritas pembangunan yakni ditribusi air bersih, tanggul pantai dan pembangunan pelabuhan segitiga emas yang nantinya menghubungkan tiga pulau, yakni Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Ceningan, Pelabuhan Sampalan di Pulau Nusa Gede, dan Pelabuhan Pesinggahan di Klungkung daratan.

“Pelabuhan segitiga emas ini langkah dan strategi kita untuk menyelamatkan Nusa Penida dari gempuran banyaknya pelabuhan yang dibangun masyarakat baik secara pribadi maupum berkelompok. Tahun ini kita sudah membuat kajian pelabuhan segitiga emas, dan kami harap tahun 2018 ada satu lah yang bisa kita wujudkan. Ini tentu butuh waktu dan koordinasi dengan pihak Kementrian,” jelas Suwirta.

Kepala Bappeda Klungkung I Wayan Wasta yang mendampingi bupati menyebutkan optimaslisai pemanfaatan mata air Guyangan akan diajukan lewat DAK (Dana Alokasi Khusus) baik dari provinsi dan APBN melalui Balai Wilayah Sungai Bali Penida. Sementara Asisten Deputi Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Rahman Hidayat menjelaskan, pihaknya melakukan peninjauan lapangan ke Nusa Penida untuk mengetahui kondisi Nusa Penida secara umum, mulai dari infrastruktur, potensi dan sebagainya. Selanjutnya, hasil tinjauan lapangan akan dibahas kembali saat melakukan rapat lanjutan dengan Pemda Klungkung dan Pemprov Bali, Jumat (24/2). Rahman Hidayat yang baru pertama kali menginjakan kaki di Nusa Penida, mengaku kaget dengan kondisi infrastruktur di Nusa Penida.

“Saya Kaget, ini Bali loh. Ternyata masih ada yang gini. Rasa-rasanya seperti di Indonesia timur,” ucapnya.

Jalan Lingkar Dibangun Dekat Pantai Melewati 5 Desa

Setidaknya ada 11 prioritas pembangunan dari sejumlah paparan yang disajikan Pemkab Klungkung. Satu yang paling menonjol dan memerlukan dana besar adalah pembangunan jalan lingkar keliling pulau. Rombongan kementrian yang melakukan kunjungan langsung diajak ke titik nol rencana jalan lingkar Nusa Penida yang berlokasi di Desa Sakti. Kepala Beppeda Klungkung I Wayan Wasta menjelaskan rencana jalan lingkar tersebut yang mengitari sisi barat hingga selatan Nusa Penida dengan panjang 60 kilometer.

“Jalan eksisting saat ini sekitar 30,4 Kilometer, dan akan ditambah jalan baru dengan pembebasan lahan sekitar 29,6 Kilometer,” urai Wasta.

Dikutip dari situs resmi Pemkab Klungkung, jalan lingkar dengan lebar 20 meter dan panjang 29,6 km diperkirakan menelan anggaran Rp 426 miliar lebih serta luas lahan yang rencana dibebaskan mencapai 65 hektar. Ada lima desa yang dilewati langsung baik lingkar barat dan selatan masing-masing Desa Sakti, Bunga Mekar, Batumadeg, Batukandik dan Sekartaji. Proyek ini dipastikan tidak menggusur pemukiman karena berada di luar kawasan padat dengan radius 300 hingga 1.000 dari garis pantai dan tidak bertentangan dengan konsep Tri Mandala. Pemkab  juga direncakana membangun jalan lingkar Ibu Kota Kecamatan (IKK) Nusa Penida yang dirancang pemerintah untuk memudahkan askses dan pengembangan pariwisata yang melewati Desa Batununggul dan Kutampi Kaler.

Proyek ini sudah melalui studi LARAP (Land Acquistion and Resettlement Action Plan) yang bertujuan mengetahui gambaran detail penduduk yang terdampak proyek dan berbagai isu lainnya serta dampaknya. Tim kajian yang bekerjasama dengan Fakultas Teknik Udayana sempat melakukan presentasi pada 2015 lalu.

Reporter: Santana Ja Dewa & I Gede Sumadi

Editor: I Gede Sumadi