Investor Mulai Bangun Vila di Kawasan Timur

SEMARAPURA, NUSA PENIDA POST

Pembangunan akomodasi pariwisata di wilayah Nusa Gede kini semakin terlihat. Selain kawasan wisata Lembongan dan Jungut Batu, beberapa titik sudah mulai dibangun antara lain wilayah Crystal Bay di Desa Sakti, Banjar Bodong dan Sental Kangin di Desa Ped. Meski kesiapan infrastrukutr masih menjadi PR besar, sejumlah investor mulai siaga satu mengincar titik strategis. Kawasan semenanjung timur Nusa Penida dengan pemandangan Samudra Hindia dan gugusan atolnya juga tengah dilirik. Meski sedikit tertinggal dari kawasan bagian barat, perkembangan pariwisata di area ini terus menggeliat.

Bupati menyerahkan pembangunan vila di kawasan Dusun Karang, Desa Pejukutan

Bupati menyerahkan pembangunan vila di kawasan Dusun Karang, Desa Pejukutan

Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan dalam beberapa tahun mendorong laju investasi akomodasi semakin meningkat. Memang tidak banyak investor yang benar-benar menanamkan modal, sebagain masih bermuka calo yang hanya mengincar aksi ambil untung. Investor yang serius dan sudah mengantongi ijin pembangunan masih bisa dihitung dengan jari.

Rabu, (25/3) kemarin, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menyerahkan langsung ijin pendirian vila dan restoran kepada Direktur PT. Anugarah Manta Bali, Eko Jati Waluyo didampingi Kadis Perijinan, I Made Sudiarka Jaya. Bupati Klungkung menegaskan pihaknya tidak akan mempersulit ijin asal memenuhi persyaratan dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kita terbuka kepada siapapun asal sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku,” tandas Suwirta.

Berdasarkan proposal ajuan, vila dan akomodasi lain akan dibangun di Dusun Karang, Desa Pejukutan. Pembangunan tahap pertama akan dilakukan Juli mendatang di atas lahan seluas 1, 7 hektar dengan kapasitas 10 unit vila beserta restoran. Eko Jati Waluyo mengakui pihaknya bekerjasama dengan investor dari Ceko. Ditambahkan pula, pendirian vila akan mengadopsi konsep pari manta yang merupakan biota laut unik di perairan Nusa Penida.

Disela penyerahan ijin, Bupati Suwirta kembali mengingatkan bahwa investor tidak hanya berhak untuk membangun tetapi berkewajiban untuk turut serta menjaga kelestarian alam dan budaya yang ada. “Semoga kemajuan bisa segera terwujud tetapi kita juga tidak bisa mengabaikan kelestarian alam. Kita akan terus pantau secara keseluruhan,” ujarnya.

Reporter: Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi