Inilah Bukit Ngandang, Pesonanya Nendang

SUANA, NUSA PENIDA POST

Kepulauan yang mendapat julukan ‘The Blue Paradise Island’ tidak hanya indah dengan pesona bahari dan keanekaragaman biota lautnya yang melegenda, gugusan perbukitan berkapur yang menjadi topografi mayoritas juga tak kalah menyajikan landscape yang menawan. Salah satu lokasi terbaik untuk menikmati perpaduan keindahan alam bisa dilakukan di kawasan Bukit Ngandang. Perbukitan berada di atas ketinggian 250 meter di atas permukaan laut dan menghadap Selat Lombok ini  menampilkan panorama kolaborasi gradasi laut biru, garis pantai, lembah hingga Pulau Bali dan Lombok dengan puncak gunungnya.

Bukit Ngandang menyajikan pesona landscape menawan perpaduan laut biru,garis pantai hingga gunung

Secara administrasi, Bukit Ngandang terletak di Banjar Jurang Batu, Desa Suana. Lokasi apik untuk menanti matahari terbit di atas puncak Gunung Rinjani ini berjarak  12 kilometer ke arah Tenggara dari pusat kota kecamatan atau setidaknya 20 menit perjalanan. Ada sejumlah jalur yang bisa dipilih untuk menjangkau point ini. Pertama jalur pesisir yang mengarah ke berbagai destinasi di kawasan timur, setelah melewati Pura Goa Giri Putri dan Celagilandan Ocean, kemudian belok kanan tepat di ujung Jembatan Suana menuju perbukitan dengan rute yang cukup menanjak kurang lebih 2 kilometer perjalanan. Rute kedua bisa melalui jalur Kutampi Atas melewati Banjar Ponjok, Pulagan, Calik, Kelemahan dan berakhir di Banjar Jurang Batu. Jalur terakhir melewati Banjar Salang, Desa Batukandik menuju timur di dekat wantilan tetapi rute ini cukup sulit dengan medan jalan yang masih dalam proses pengerjaan.

Bukit Ngandang dalam bahasa lokal berarti bukit menyilang hal ini disebabkan hampir seluruh perbukitan biasanya mengarah ke laut atau timur namun bukit yang satu ini justru menyilang ke arah selatan. Kawasan ini diapit beberapa tukad (red; lembah) dengan tutupan hutan yang cukup lebat yakni Tukad Kangin dan Tukad Melangit yang bermuara di Songaya sementara di sisi utara ada Tukad Kauh dengan puncaknya berdiri Pura Gunung Sari. Kawasan Tukad Melangit merupakan wilayah hutan terluas di Nusa Penida yang membentang dari Desa Tanglad, Pejukutan hingga Suana.

“Kalau dari sini semua kelihatan, ada bukit, tukad, laut, pantai, kapal penyeberangan yang lalu lalang termasuk perahu nelayan hingga dua gunung besar, Gunung Agung di sisi utara dan Gunung Rinjani, Lombok tepat di depan kita,” ujar I Ketut Satu yang ditemui Jumat (3/4) di kawasan Bukit Ngandang.

Kolaborasi Indahnya Bentang Alam

Bukit Ngandang menyajikan point istimewa untuk menikmati indahnya bentangan alam dengan berbagai perpaduan. Posisinya yang tepat berhadapan dengan Selat Lombok membuat pengunjung bisa melihat beragam aktivitas lalu lintas laut mulai dari penyeberangan kapal dari Padang Bai menuju Lembar atau sebaliknya. Aktivitas nelayan tradisional dengan beragam warna layar seolah mempercantik dan menjadi penghias lautan luas. Tidak hanya itu, laut yang masuk ALKI 2 (Alur Laut Kepulauan Indonesia) ini juga menjadi jalur kapal minyak untuk sandar di Pelabuhan Tanah Ampo di Manggis. Suasan malam hari juga sangat menarik dan romantis dengan kerlip lampu kapal dan cahaya lampu di Pulau Lombok dan Bali bagian timur.

Eksotisme kawasan ini semakin lengkap dengan pemandangan Gunung Agung yang tinggi menjulang di sisi utara bersanding dengan Gunung Abang. Hampir sebagian wilayah Bali bagian timur tampak jelas dengan lekukan pegunungannya. Mengarahkan sedikit pandangan ke sisi timur yang hanya dipisahkan Selat Lombok, Gunung Rinjani terlihat anggun diselimuti kabut tipis. Pagi hari menjadi momen istimewa untuk menanti matahari terbit di atas puncak Rinjani, jadi tidak perlu jauh-jauh ke Lombok untuk melihat sunrise di Gunung Rinjani, cukup hanya dengan berkunjung ke Bukit Ngandang.

Tak mau kalah, garis pantai di semenanjung timur juga terlihat hingga bagian ujung dengan laut lepas ibarat layar yang berganti latar setiap waktu. Dua pura besar, Pura Batu Medahu dan Pura Batu Kuning yang berada di bibir pantai semakin menambah indahnya pemandangan. Di bagian barat, gugusan punggung pegunungan yang membelah wilayah Nusa Penida juga tampak gagah dengan deretan bukit yang membentuk lembah-lembah kecil. Pagi hari menjadi waktu yang tepat untuk menyaksikan nendangnya pesona alam di kawasan Bukit Ngandang. Lokasi ini juga digadang-gadang menjadi area camping ground.

Reporter: I Gede Sumadi

Editor: I Gede Sumadi & I Komang Budiarta