Ini Jawaban Penyebab Festival Nusa Penida Menyisakan Utang

NUSA PENIDA, NUSA PENIDA POST

Festival perdana yang digelar pada Juni lalu setidaknya bisa membawa angin segar bagi pertumbuhan industri pariwisata. Festival Nusa Penida berjalan suskses meski sempat mandeg di tengah jalan karena panitia awal tidak memenuhi target dan minim kelompok profesional dan praktisi di bidangnya. Berdasarkan berbagai pertimbangan, tim pun dirombak dengan memasukkan peran serta berbagai unsur, baik pemuda, komunitas, profesional dan praktisi termasuk berhasil menggaet sponsor.

Dampak positif pelaksanaan festival terlihat dari jumlah kunjungan wisatawan pada Juli dan Agustus 2014 naik sekitar 2.000 bila dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. Selain hasil tersebut, sejumlah destinasi wisata lokal menjadi trending topic berbagai media cetak, televisi maupun online menjadikan Nusa Penida tujuan wisata baru yang wajib masuk list kunjungan.Beberapa hari belakangan muncul kabar kurang sedap bahwa Nusa Penida Festival menyisakan masalah berupa utang sebesar 215 juta rupiah. Berita lain dari sebuah koran lokal bahkan menyebutkan NPF menyedot anggaran 1,3 miliar karena penambahan acara kehadiran Puteri Indonesia Lingkungan.

Pentas budaya pada Festival Nusa Penida, Juni lalu

Pentas budaya pada Festival Nusa Penida, Juni lalu

Sekretaris panitia, I Wayan Sukadana ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa benar ada ‘bon’ namun besarannya 186 juta rupiah.

“Memang benar ada namun dana 215 juta itu termasuk pajak. Sementara penghabisan 1,3 miliar yang disebutkan Kadisbudpar itu tepat jika seluruh sponsorship baik berupa barang, jasa ataupun kegiatan lain yang dinilaikan sehingga diperoleh angka tersebut,” jelasnya (01/11).

Lebih lanjut, Sukadana yang ditunjuk Bupati I Nyoman Suwirta sebagai Sekretaris panitia menjelang acara 1,5 bulan ini merinci sejumlah item.

“Bantuan berupa baju, souvenir dan minuman kemasan kita peroleh dari PT. Cabana, seminar yang ditanggung penuh oleh Bank BPD, sementara rekan-rekan Asosiasi Speed Boat dan Organda di Nusa Penida yang hanya kita bayar bensinnya saja, bantuan lain dari FNPF, sponsorship dari Coral Triangle Center serta penginapan beberapa hotel gratis. Khusus untuk kedatangan Putri Indonesia Lingkungan ditanggung oleh Marta Tilaar dan PT. Sapu Lidi,” imbuh Sukadana.

Jika ditotalkan, penggunaan anggaran festival dari pemerintah senilai 830 juta sudah termasuk pajak. Ini terdiri dari anggaran induk 2014 senilai 615 juta dan pengajuan diperubahan senilai 215 juta. Namun demikian, Sukadana menjelaskankekurangan ini terjadi karena pada anggaran induk 2014 di dokumen penggunaan anggaran tidak detail. Dengan kata lain perencanaan anggaran tidak terperinci padahal berbagai acara yang akan dilaksanakan di festival sudah dimusyawarahkan dengan berbagai pihak terkait.

Sukadana juga sempat mengatakan ‘nyelametang tuak labuh’, ini terjadi lantaran ia dan rekan-rekan dari Nusa Penida baru dilibatkan menjadi panitia menjelang 45 hari sebelum acara puncak. Panitia yang baru dibentuk pun berjuang dalam hitungan 45 hari berdasarkan rencana kegiatan yang telah diumumkan. Tingkat resiko memang cukup besar mengingat ini acara pertama kali dan rentang waktu yang sangat mepet dengan kondisi lintas pulau.Festival Nusa Penida juga dirangkai dengan penetapan Nusa Penida menjadi kawasan konservasi perairan yang dihadiri langsung Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo

“Mengingat acara diseberang lautan padahal banyak yang harus didatangkan dari daratan Pulau Bali. Sehingga kekurangan anggaran itu lebih disebabkan di sektor transportasi, konsumsi dan akomodasi. Ini pengalaman pembelajaran yang baik sehingga tidak terjadi lagi pada pelaksanaan berikutnya,” tandas Sukadana.

Reporter: I Gede Sumadi

Editor: I Komang Budiarta