Ini Dia, Jadwal Lengkap Nusa Penida Festival 2015

LEMBONGAN, NUSA PENIDA POST

Pemerintah Kabupaten Klungkung melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kembali menggelar festival di Nusa Penida dengan mengusung tema ‘Nusa Penida Marine Festival 2015’. Tidak hanya mengangkat pesona tradisi, budaya dan seni, festival juga menggaungkan potensi wisata bahari yang dimiliki kawasan pulau segitiga emas ini dengan taglineEnjoy The Blue Paradise’. Wilayah yang telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi perairan (KKP) pada 2014 lalu oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan ini juga masuk zona segitiga karang dunia, ‘global coral triangle’. Wilayah perairannya menjadi rumah tinggal bagi mega fauna seperti mola-mola, manta ray, dugong, lumba-lumba, penyu, padang lamun, terumbu karang dengan 567 jenis ikan, 5 diantaranya jenis baru yang menjadi daya tarik wisata utama.

Nusa Penida Festival 2015 digelar mulai 2 hingga 4 Oktober 2015

Nusa Penida Festival 2015 digelar mulai 2 hingga 4 Oktober 2015

Sebelum jadwal festival ditetapkan, sejumlah pertanyaan sempat muncul di masyarakat terkait lokasi festival yang kali ini dipusatkan di wilayah Nusa Lembongan, Ceningan dan Jungut Batu, tidak seperti sebelumnya di Nusa Gede. Informasi dari panitia festival menyebutkan ada sejumlah pertimbangan antara lain pada periode Oktober, kawasan Lembongan dipadati wisatawan dan ketersediaan akomodasi. Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta pun sempat melontar penjelasan berkaitan dengan pemilihan lokasi.

“Kita tahu, di Lembongan pada bulan Oktober, tamu sedang ramainya sehingga berpromosi Nusa Penida secara keseluruhan pada waktu dan tempat yang tepat. Selain itu akomodasi pendukung di Pulau Lembongan sudah tersedia. Lembongan juga sebagai daya lenting atau lompatan Pariwisata Nusa Penida secara keseluruhan,” ujar Suwirta beberapa waktu lalu.

Jadwal dan Persiapan

Satu bulan jelang pembukaan Nusa Penida Festival 2015, Panitia Festival mematangkan persiapan dan koordinasi untuk memuluskan jalannya perhelatan. Sesuai dengan jadwal yang diterima redaksi Nusa Penida Post, festival berlangsung dari Jumat, 2 Oktober hingga Minggu, 4 Oktober 2015, bahkan khusus kontes fotografi sudah berlangsung sejak Selasa, (1/9) kemarin. Panitia festival, I Nyoman Widana yang dikonfirmasi, Rabu pagi, (2/9) mengakui pada H-30 festival, panitia dan warga bekerja all out. Pihaknya sangat mengapresiasi dukungan dan antusiasme warga serta pengusaha.

Jadwal lengkap Nusa Penida Festival 2015

Jadwal lengkap Nusa Penida Festival 2015

“Sekarang panitia sedang bekerja siang malam bersama masyarakat. Kita sudah persiapan pemusatan latihan terutama di kesenian. Tahap awal kita akan melakukan pecaruan dan matur piuning di masing-masing lokasi. Kami mendapat dukungan penuh warga baik dipersiapan hingga acara nanti. Mulai Jumat ini, kita akan adakan bersih-bersih massal dan akan terus dilanjutkan,” terang Widana, Rabu, (2/9).

Lebih lanjut Widana juga tidak menampik kendala terbesar yang dihadapi adalah pendirian panggung mengingat peralatan mesti didatangkan dari Bali daratan. Tidak kehilangan akal, panitia memutuskan untuk membuat panggung dengan menggunakan bahan yang ada.

“Sejauh ini kendala utama kita ada di panggung tetapi sudah kita putuskan. Panggung akan kita buat di sini dengan bahan-bahan yang ada,” imbuh Widana.

Ada berbagai acara unik dan menarik yang diagendakan untuk memeriahkan festival, antara lain pementasan tarian Rejang Dewa massal, lomba surfing, fotografi hingga yang tak lazim, lomba ‘negul’ (red; mengikat) rumput laut dan ‘ngeles’ (red; membuka ikatan rumput laut). Tak kalah seru adalah lomba ‘megolok’ sampan yang biasa dipakai untuk aktivitas mengolah rumput laut dan balapan miniatur ‘jukung’. Panitia juga memberi ruang pameran bagi para perajin selama 3 hari penuh dengan menampilkan berbagai hasil karya lokal. Wisatawan asing yang berkunjung bisa berpartisipasi pada kegiatan penanaman terumbu karang dan kompetisi busana tradisional khusus bagi pengunjung luar negeri. Jika anda berencana melakukan kunjungan, pastikan gelaran festival menjadi daftar tujuan wisata anda.

Reporter: I Gede Sumadi

Editor: I Komang Budiarta