Infrastruktur Sekitar Pura Ped Perlu Mendapat Perhatian

PED, NUSA PENIDA POST

Rabu lalu, tepatnya 17 September 2014 menjadi puncak piodalan di Pura Penataran Ped yang dalam kalender Bali disebut Buda Cemeng Klawu. Prosesi upacara diawali dengan melasti ke segara (red; laut) setempat dengan diiringi Tari Rejang Dewa dan Tari Baris Jangkang. Secara umum, kompleks Pura Ped terbagi dalam empat area antara lain; Pura Segara, Pura Taman atau Beji, Pura Ratu Gede dan Pura Pentaran.

Panitia piodalan, I Ketut Narsa mengatakan perayaan pujawali kali ini, Ida Bhatara Nyejer  (red; berlangsung) selama  5 hari, terhitung mulai tanggal 17 sampai 21 September. Sementara prosesi Nyineb (red; penutupan) pada Senin, 22 September.

“Khusus untuk persembahyangan di hari terakhir mulai pukul 06.00 wita. Sementara upacara Nyineb-nya sendiri dilaksanakan pukul 10.00 wita. Upacara penyineban tidak berpengaruh dengan para pemedek yang ingin tangkil bersembahyang, kami akan tetap melayani,” terang Narsa.

Bupati Klungkung meninjau kondisi infrastruktur di sekitar Pura Ped

Bupati Klungkung meninjau kondisi infrastruktur di sekitar Pura Ped

Berdasarkan hasil pantuan Nusa Penida Post dalam satu minggu terakhir, arus mudik warga Nusa Penida yang bekerja di luar pulau sudah terlihat sejak H-4, pada Minggu pagi (14/9) dan mencapai puncaknya pada H-1. Kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan piodalan di Pura Dalem Ped tetapi sejumlah pura baik Pura Puseh, merajan, panti atau sanggah kamulan juga melaksanakan upacara.

Informasi dari pihak sekretariat panitia menunjukkan lonjakan pemedek terjadi pada Sabtu, 20 September. Ratusan umat pun terlihat antre menunggu giliran sembahyang terutama di area Pura Segara, tidak hanya masyarakat lokal, umat dari Bali daratan juga membludak. Untuk mengatur jalannya persembahyangan, panitia telah berkoordinasi dengan LLAJ Dishubkominfo serta aparat Kepolisian.

“Pelaksanaan upacara dibantu para pecalang (red; penjaga adat) dari pengempon pura, juga dibantu dari LLAJ dari Dishubkominfo serta Kepolisian.Pecalang ditugaskan mengatur persembahyangan di dalam pura sementara LLAJ dan kepolisian kami minta untuk mengatur lalu lintas dan area parkir,” tambahnya.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta seusai melaksanakan persembahyangan sempat meninjau kondisi infrastruktur penunjang di sekitar pura yang didampingi panitia, I Ketut Narsa dan I Wayan Sukla.

“Lahan parkir harus segera mendapatkan pengaspalan agar pelaksanaan upacara berjalan lancar serta penerangan jalan sangat diperlukan,” pinta Suwirta.

Sejumlah infrastruktur dinilai masih kurang, kondisi jalan di depan pura pun memang terlihat berlubang dan minim penerangan. Kantong-kantong parkir pun perlu ditata termasuk jumlah MCK yang sedikit mengingat banyak umat yang makemit (red; begadang) selama upacara.

 Reporter : Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi