Warning: Use of undefined constant ‘DISALLOW_FILE_EDIT’ - assumed '‘DISALLOW_FILE_EDIT’' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/npm2017/public_html/wp-config.php on line 36
Nusa Penida Media | Ida I Dewa Istri Kanya kembali Diusulkan Mendapat Gelar Pahlawan Nasional
 

Ida I Dewa Istri Kanya kembali Diusulkan Mendapat Gelar Pahlawan Nasional

SEMARAPURA, NUSA PENIDA POST

Ada sebuah ungkapan yang hingga kini masih dipercaya yakni bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai sejarahnya. Hampir tiga setengah abad, penjajah Belanda menancapkan kekuasaan di bumi nusantara, tak sedikit pula anak bangsa yang menjadi korban demi membela bangsa. Sebagai bentuk penghormatan, bunga bangsa yang gigih berjuang disematkan sebagai pahlawan nasional namun tak jarang banyak sejarah dan pahlawan yang terlupakan, satu diantaranya adalah Ida Dewa Istri Kanya. Srikandi yang dikenal keras dengan Belanda hingga kini nyaris terlupakan meski berbagai upaya telah dilakukan. Dalam rentang waktu 10 tahun, Pemkab Klungkung sudah tercatat dua kali melakukan pengajuan agar Ida Dewa Istri Kanya ditetapkan sebagai pahlawan nasional tetapi upaya tersebut masih kandas.

Balai Budaya Ida Dewa Istri Kanya Dewi menjadi satu tempat menggelar kegiatan publik di Klungkung. Foto: Hut LVRI ke-57

Balai Budaya Ida Dewa Istri Kanya Dewi menjadi satu tempat menggelar kegiatan publik di Klungkung. Foto: Hut LVRI ke-57

Meski begitu, Tjokorda Gde Ngurah yang juga mantan Bupati Klungkung tetap meminta tetap berjuang. Ngurah mengatakan ketika dirinya menjabat tahun 2003 lalu sempat melakukan pengajuan.

“Sewaktu menjabat sebagai Bupati Klungkung pada Tahun 2003 lalu, sudah sempat diperjuangkan ke pemerintah pusat mengenai permohonan mendapatkan gelar Pahlawan Nasional namun saat itu kandas, ada beberapa kriteria yang belum terpenuhi sehingga kami waktu itu memenuhi lagi persyaratannya,” jelas Tjokorda Gde Ngurah, Senin (15/3).

Tjok Ngurah menyebutkan pengajuan gelar Pahlawan Nasional tersebut berdasarkan surat Gubernur Bali No : 465/415/Kesbang tertanggal 26 Agustus 2003. Pengajuan ini ternyata ditolak oleh Menteri Sosial RI, karena belum memenuhi sejumlah ketentuan. Persyaratan tersebut antara lain belum ada bangunan monumental atas nama Ida I Dewa Istri Kanya, makam pahlawan dan beberapa unsur lainnya.

Kali kedua Pemkab Klungkung kembali melanjutkan perjuangan, yakni semasa kepemimipinan Wayan Candra. Persiapan kedua dinilai lebih matang dengan mengacu pada evaluasi pengejuan sebelumnya. Pemkab Klungkung sudah membangun Balai Budaya Ida I Dewa Istri Kanya, membangun monumen pahlawan di Desa Jumpai dengan nama monumen Pahlawan Ida I Dewa Istri Kanya dan berencana membuat patung Ida I Dewa istri Kanya di Perempatan Tiyinghadi, perbatasan Desa Kusamba dengan Gunaksa. Melalui rekomendasi Gubernur Bali, No 464.1/202.9/Dinsos tertanggal 27 Februari 2009, Pemkab kembali mengusulkan ke Menteri Sosilal agar gelar tersebut dapat diraih.

“Namun upaya yang kedua juga gagal. Dari Mensos RI memberikan jawaban berbeda, disebutnya perjuangannya sangat singkat dan terbatas,” terang Tjok Ngurah lagi.

Tjok Ngurah juga membeberkan alasan penolakan penganugrahan gelar pahlawan karena tidak jelas sikapnya setelah berdamai dengan Belanda sekitar Tahun 1849 silam. Namun ia membantah kalau perjuangannya terlalu singkat.

“Kalau lama waktu perjuangan dipakai alasan penolakan, kami tidak sepakat. Namun kami lebih menghargai kalau perjuangannya kala itu bisa membunuh Mayor Jendral Belanda kala itu,” imbuhnya.

Tjok Ngurah berharap bahwa untuk perjuangan yang ketiga nantinya, Pemkab Klungkung tidak boleh gagal lagi. Kegagalan perjuangan ketiga akan memupus harapan untuk mendapat gelar pahlawan tersebut. Ngurah juga mengklaim bahwa masyarakat Klungkung termasuk seniman dan budayawan memberikan dukungan.

“Seperti contohnya, Maestro Nyoman Gunarsa yang membuatkan miniature patung Ida I Dewa Istri Kanya,” pungkasnya.

Reporter: Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi