I Nyoman Sudipa, ST, M.Si: Nusa Penida Pantas Menjadi Dua Kecamatan

Nusa Penida Post vol 15

Seperti cerita bersambung, Nusa Penida yang sekarang masih menjadi sebuah kecamatan mendapat sorotan dari beberapa tokoh untuk mengubah status administrasinya. Tokoh-tokoh tersebut diantaranya Calon DPD dari Nusa Penida I Ketut Pesta, BA, S.Sos, M.Aqs untuk memindahkan menjadi bagian Kabupaten Badung dan bahkan Gubernur Bali I Made Mangku Pastika dalam sebuah kesempatan simakrama mengatakan Nusa Penida layak menjadi Kabupaten yang otonom. Tentunya hal itu harus diperjuangkan dan masih terkesan jauh dari harapan, malah ini semacam kekecewaan atas kebuntuan pembangunan Nusa Penida yang stagnan alias jalan ditempat. Kini wacana semacam juga terlontar dari Tokoh Nusa Penida I Nyoman Sudipa, ST, M.Si. Ia mengatakan ketika diwawancarai Nusa Penida TV (Tv streaming di Youtube) bahwa Nusa Penida pantas menjadi dua kecamatan. Hal ini tampaknya lebih realistis kalau melihat luas wilayah, sumber daya dan jumlah penduduk Nusa Penida. Bahkan lelaki 36 tahun ini mengatakan wacana Nusa Penida menjadi dua kecamatan sudah digaungkan dari 10 tahun yang lalu tetapi tidak terealisasi sampai sekarang. “Ini yang harus kita dorong bersama, karena dengan Nusa Penida menjadi dua kecamatan akan mampu mendekatkan proses pembangunan,” terang Sudipa. Staf ahli Gubernur di bidang Penanggulangan Kemiskinan Provinsi Bali ini menilai bahwa dengan proses pembangunan yang didekatkan melalui dua Kecamatan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nusa Penida. Merubah status Nusa Penida menjadi dua kecamatan ini pun sejalan dengan usulan masyarakat Nusa Penida melalui hasil Musrenbang Kecamatan Nusa Penida yang telah diajukan. Ingi baca yang lengkap Klik : Nusa Penida Post Vol 15

Cubang, Kecerdasan Menjawab Kerasnya Alam

Air! Benda cair yang selalu dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak salah kiranya
definisi bahwa air adalah sumber kehidupan. Hampir semua siklus kehidupan di alam semesta menggunakan air sebagai media berproses. Sayangnya, tidak semua tempat di muka bumi memiliki sumber air yang cukup, lalu bagaimana alam mendidik manusia bertindak cerdas untuk air agar tetap survive?
Setiap denyut kehidupan selalu memerlukan yang namanya air, tanpa terkecuali. Air bisa bersumber dari mata air, danau, sungai, bendungan ataupun sumber lain. Di daerah tertentu yang kesulitan air, masyarakatnya harus berpikir bagaimana mendapatkan dan menyimpan air yang akan dimanfaatkan terutama di musim kemarau. Pulau Nusa Penida adalah salah satu daerah yang sering mengalami masalah kekurangan air karena sebagian sumber air muncul di dekat laut dan tebing curam yang sulit diakses oleh masyarakat bagian pegunungan. Keadaan yang sulit tidak membuat masyarakat pasrah tetapi dengan kecerdasanya, masyarakat Nusa Penida membuat sumur air tradisional yang disebut cubang. Hingga saat ini, cubang masih terawat dan masih dimanfaatkan oleh penduduk Nusa Penida khususnya penduduk yang berada di daerah pegunungan, walaupun air PDAM sudah mulai masuk ke pedesaan meskipun airnya masih kecrat-kecrit. Selengkapnya KLik Link Ini : Nusa Penida Post Vol 15