HUT PGRI ke-68 Dimeriahkan Jalan Santai

BATUNUNGGUL, NUSA PENIDA POST Dalam rangka merayakan HUT PGRI yang ke-68, PGRI Kecamatan Nusa Penida mengadakan acara jalan santai. Kepala UPT Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (UPT Disdikpora), I Wayan Natih melepas ratusan peserta yang mengambil start dan finish di Lapangam Umum Sampalan, Selasa (19/11) lalu.

Pantia penyelenggara, I Wayan Karnata mengatakan jalan santai kali ini diikuti oleh 200 peserta dari total 800 anggota PGRI Kecamatan Nusa Penida. Menurut Karnata, kegiatan jalan santai ini tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah karena masih menyisakan guru di sekolah untuk melakukan aktivitas mengajar.

Ratusan peserta jalan santai meriahkan HUT PGRI

Ratusan peserta jalan santai meriahkan HUT PGRI ke-68

“Peserta berasal dari kalangan guru, tata usaha sekolah serta staf UPT Disdikpora. Kegiatan ini merupakan rangkaian Hut PGRI yang jatuh pada hari Senin (25/11) mendatang. Jalan santai kali ini menyediakan 30 doorprize untuk peserta yang beruntung,” terangnya.

“Jalan santai dapat menumbuhkan keakraban antara sesama peserta. Selain itu, dengan jalan santai  bisa menjadikan awal pola hidup sehat. Kami berjanji ke depannya kegiatan ini akan  berkelanjutan,” tambah Karnata yang saat ini menjabat sebagai Ketua PGRI Kecamatan Nusa Penida.

Senada dengan Karnata, Kepala UPT Disdikpora I Wayan Natih mengatakan kegiatan ini butuh dukungan dari semua pihak agar bisa terus terlaksana ke depannya. Menurutnya, selama ini para guru sudah mendapatkan perlindungan yang memadai. Ia pun berharap dengan adanya acara ini agar anggota menghayati betul peringatan HUT PGRI ke-68 ini. Anggota yang hadir pun diminta semakin bersemangat dalam mengemban tugas karena peran strategis guru sangat penting untuk membangun karakter suatu bangsa.Guru adalah peletak dasar character building dan peran pendidikan menentukan arah kemajuan negara.

“Kita wajib berterimakasih kepada jasa guru yang tidak ternilai. Berkat pengabdian guru kita memperoleh ilmu sebagai bekal untuk menjalani kehidupan ini,” ujar Natih.

Reporter : Santana ja Dewa

Editor: I Komang Budiarta