Warning: Use of undefined constant DISALLOW_FILE_EDIT - assumed 'DISALLOW_FILE_EDIT' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/npm2017/public_html/wp-config.php on line 36
Nusa Penida Media | Hiu Paus Terluka Parah, Diduga Terkena Baling-baling Mesin
 

Hiu Paus Terluka Parah, Diduga Terkena Baling-baling Mesin

NUSA PENIDA, NUSA PENIDA POST

Dalam rentang satu minggu belakangan terdapat dua laporan masyarakat tentang penemuan hiu paus di perairan Nusa Penida. Berdasarkan hasil analisis awal sesuai dengan bentuk luka pada beberapa bagian hius paus, besar kemungkinan disebabkan terkena baling-baling mesin kapal ataupun speed boat. Informasi yang berhasil dikumpulkan redaksi menyebutkan temuan hiu paus pertama terjadi pada Kamis, (23/6) di sekitar kawasan Manta Baru. Berikutnya pada Sabtu, (25/6) kembali ditemukan hiu paus namun dalam keadaan terluka di sekitar perairan Buyuk. Hiu paus yang terluka diperkirakan berukuran panjang 2 hingga 2,5 meter.

Seekor hiu paus ditemukan terluka diduga akiabt terkena baling-baling mesin speed boat

Seekor hiu paus ditemukan terluka diduga akibat terkena baling-baling mesin speed boat

Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar yang dikonfirmasi Jumat pagi, (1/7) membenarkan laporan masyarakat terkait adanya temuan hiu paus yang terluka. Yudi Permana dari pihak BPSPL Denpasar menyebutkan tim verifikasi sudah turun dan menggelar pertemuan pada Kamis, (30/6) dengan sejumlah pihak yang tahu detail kejadian termasuk Lembongan Marine Association, dive operator, KKP serta Coral Triangle Center. Pertemuan digelar untuk mengetahui kronoligis peristiwa sekaligus upaya preventif agar kejadian serupa tidak terulang.

“Laporan direspon langsung oleh Direktorat Jenderal Ruang Laut Kementrian Kelautan dan Perikan dan kami turun ke lapangan Kamis kemarin. Kami koordinasi di Lembongan dengan rekan dari LMA dan UPT, CTC, beberapa dive operator. Intinya segera sosialisasi agar ada kehati-hatian dalam melakuan interaksi dengan hiu paus karena sudah dilindungi,” terang Yudi via sambungan telepon Jumat pagi (1/7).

“Luka ditemukan di bagian kepala bagian atas hiu paus. Sirip dada belakang bagian kanan, ekor bagian atas terkelupas dan satu luka mengeluarkan darah di daerah ekor. Dari ciri luka yang ada, kemungkinan kena propeller kapal yang lewat,” imbuh Yudi.

Menurutnya perlu ada pengaturan dan penegann hukum untuk aktivitas yang ada, pemberlakuan code of cunduct mutlak diperlukan. BPSPL Denpasar memastikan akan mengadakan pertemuan lanjutan sekaligus sosialisasi code of conduct dan berbagai regulasi juga mesti dirancang terkait maraknya pontoon di kawasan konservasi. Pihak CTC yang juga dikontak mengakui selain penemuan hiu paus yang terluka, dalam pertemuan juga mengemuka terkait banyaknya dive operator pada satu spot dan banyak yang tidak mematuhi kode etik.

“Penyelam dan dive operator harus mematuhi kode etik penyelaman termasuk didalamnya kode etik berinteraksi dengan fauna laut,” jelas Wira Sanjaya dari Coral Triangle Center.

Reporter: I Gede Sumadi

Editor: I Komang Budiarta