Hari ke-2 Festival Nusa Penida: Ledok Laris Manis

BATUNUNGGUL, NUSA PENIDA POST

Stand kuliner ledok diserbu pengunjung. Terpantau penjaga stand kewalahan melayani para penikmat ledok.

Seperti yang telah diketahui ledok adalah makanan khas Pulau Nusa Penida. Ledok berbeda dengan kuliner lain pada umumnya. Makanan yang diramu dari bahan sederhana ini mampu menggoyanglidah para penikmatnya. Kelahan (red; Jagung yang sudah dihaluskan), kacang panjang, bayam, singkong dan daun kemangi. Sebagai menu variasi, ledok juga disajikan dengan sambal ikan laut. Bau wangi kemangi dan sambil ikan laut membuat air liur menetes.

Stand kuliner ledok diburu pengunjung

Stand kuliner ledok diburu pengunjung

Ni Ketut Selat (45) asal Br. Grya Tengah, Desa Batununggul, Nusa Penida mengatakan bahwa ia ditunjuk oleh UPT Dinas Pertanian untuk mengisi stand kuliner. “Tiang sampun 25 tahun meadolan ledok uling panak tiang cenik makane tiang ditunjuk Dinas Pertanian”, (red: Saya sudah 25 tahun berjualan ledok sejak anak saya masih kecil sehingga saya ditunjuk oleh Dinas Pertanian) terang Selat sambil menyajikan ledoknya kepada pengunjung.

Selat pun menambahkan bahwa ia sudah menjual 4 panci ledok dengan ukuran besar dalam rentang satu setengah hari saja. Walaupun intensitas pengunjung berkurang dari hari sebelumnya, namun antusiasme para penikmat ledok malah meningkat. Hal ini diakui salah satu pengunjung Luh Muriani.

“Ledok tentu memiliki cita rasa tersendiri yang susah ditandingi menu lainnya. Rasa ledok yang mantap membuat kita ketagihan. Banyak sekali menu lain tapi ledok tetap di hati,” ungkap Muriani sambil menikmati ledoknya.

Reporter: Kadek Sumawa
Editor: Komang Budiarta