Gunung Barujari Erupsi, Sebaran Abu Capai Bali

NUSA PENIDA, NUSA PENIDA POST

Gunung Barujari yang berada di tengah Danau Segara Anak kawasan Gunung Rinjani mulai erupsi dan mengeluarkan letusan abu vulkanik sejak Minggu (2/4) sekitar pukul 10.45 Wita. Beberapa desa di sekitar kawasan, terutama wilayah Sembalun sudah merasakan hujan abu. Kepala BPBD NTB H. Azhar menyebutkan sebelum hujan abu sempat terjadi sejumlah letusan.

Gunung Barujari yang disebut anak Gunung Rinjani meletus dan mengeluarkan abu vulkanik

Gunung Barujari yang disebut anak Gunung Rinjani meletus dan mengeluarkan abu vulkanik. Foto: Gunung Rinjani dilihat dari Nusa Penida

“Asap dari letusan ini dominan ke arah barat dan utara, sehingga abu vulkanik berdampak terhadap tujuh desa yang berada di bawahnya. Itu informasi yang kita terima dari BPBD Lombok Utara,”ujar Azhar, Selasa malam (3/11) seperti dikutip CNN Indonesia.

Menurut Azhar, pihaknya sudah menyalurkan ribuan masker kepada warga yang tinggal di dekat kawasan. Peringatan pun dikeluarkan untuk tidak mendekati apalagi melakukan pendakian pada radius 3 kilometer dari areal kawasan.

Tidak hanya menyebar abu di wilayah Lombok, letusan gunung yang berada di ketinggian 2.376 meter ini juga sudah sampai ke Pulau Bali, terutama wilayah timur. Warga di Kota Semarapura pun merasakan debu vulkanik. Kondisi ini praktis memberi dampak pada pada lalu lintas penerbangan di Bandara Internasional Ngurah Rai. Ratusan penerbangan baik menuju maupun dari Bali dialihkan ke bandara terdekat bahkan sebagian dibatalkan termasuk penerbangan internasional.

Sementara warga di kepulauan Nusa Penida yang berada di sisi barat hingga saat ini masih belum terkena dampak. Angin yang berhembus dari selatan membuat wilayah ini cukup aman namun jika arah angin dari timur, dipastikan diguyur hujan abu.

Angin selatan tare neked mai, lakun yen angin hat kangin pasti kene dini, (red; angin bertiup dari selatan dan abunya tidak sampai ke sini tetapi jika angin dari timur, abunya pasti samapi di sini),” terang Wayan warga dari Desa Suana.

Reporter: I Gede Sumadi

Editor: I Komang Budiarta