Goa Gala-Gala: MahabharataTersembunyi di Lembongan

Nusa Penida Post Vol 18

Untuk Download file Lengkap Nusa Penida Post Vol18 klik aja ini!!!

Tidak ada yang kebetulan! Demikian sebuah kata bijaksana dari para cendekiawan untuk menerangkan bahwa semua telah diatur oleh kehendak Tuhan. Demikian pula Goa gala-gala (underground house) yang ada di Pulau Lembongan kemunculannya bukan karena sebuah kebetulan semata. Betapa tidak? Pembuat sekaligus arsitektur rumah bawah tanah Gala-gala yang ada di desa Lembongan bernama Mangku Byasa. Seperti kita ketahui Bhagawan Byasa adalah pengarang epos besar mahabharata. Demikian pula Mangku Byasa yang kita sedang ceritakan ini ternyata juga seorang dalang wayang yang juga membangun rumah bawah tanah Gala-gala terinspirasi oleh cerita Mahabharata. Namanya sama, yang satu adalah pengarang agung mahabharata dan catur weda sedangkan yang satu adalah Jero Mangku Dalang yang terinspirasi mahabaharata untuk membangun Goa gala-gala.

Epic Dibalik Goa Gala-gala

Cerita Mahabharata yang menginspirasi Mangku Byasa adalah ketika Panca Pandawa yang rencananya akan dibunuh dengan membakar tempat Pandawa menginap. Widura yang mengetahui rencana pembunuhan Panca Pandawa oleh Korawa itu mengutus salah seorang yang ahli untuk menggali terowongan sehingga bisa meloloskan Pandawa dari rencana pembunuhan keji itu.  Dari cerita ini Mangku Byasa yang juga akrab dipanggil Pan Kerti ini membuat rumah bawah tanah yang diberi nama Goa Gala-gala sesuai dimensi cerita mahabharata itu. Ketika tim Nusa Penida Post (Grup Nusa Penida Media) berkunjung ke Lembongan (26/3), I Wayan Suarbawa, salah satu cucu dari Mangku Byasa menceritakan bahwa rumah bawah tanah yang sering dikunjungi para wisatawan bukan yang pertama dibangun kakeknya. Ia mengatakan bahwa kakeknya terlebih dahulu membuat Goa gala-gala di dekat Dream Beach.

goa gala2

Arsitektur Luar Goa Gala-Gala

Rumah bawah tanah ini hanya memilki satu pintu masuk dengan tiga buah sumur yang ada di sekitarnya. Rumah bawah tanah yang belum diketahui orang ini pun dipenuhi dengan semak belukar dan tidak terurus. Di atas rumah bawah tanah tersebut terdapat pahatan di batu prasasti bertuliskan “Rumah bernama Rawan Kembang Pak Kerti Selesai tanggal 22 januari 1962.” Prasasti ini seolah bercerita tentang nama rumah bawah tanah ini sekaligus waktu penyelesaiannya. “Goa gala-gala yang identik dengan mahabharata tersembunyi ini ke depannya akan ditata, mengingat jalur jalan menuju ke sana sudah bagus. Kemudian kakek membangun rumah bawah tanah yang sekarang dikunjungi para wisatawan yang lebih luas. Jadi sebenarnya ada dua rumah bawah tanah yang dibangun, terang Suarbawa.”

Struktur dan Desain Artistik

Goa Gala-gala yang sudah menjadi destinasi wisata utama di Lembongan tampak ditata dengan rapi tanpa menghilangkan keasliannya. Terlihat plank yang bertuliskan Goa gala-gala, foto jadul sang arsitek Mangku Byasa, dan sekelumit cerita tentang underground house yang berbahasa Inggris. Luas  tanah kurang lebih 4 are dengan 3 buah pintu masuk ke Goa gala-gala. Di area ini juga terdapat satu buah sumur, pelinggih, dan dua bangunan seperti rumah adat. Rumah adat ini dijadikan tempat memajang kain-kain endek dan cepuk Nusa Penida. Sementara bangunan yang satunya digunakan untuk duduk lesehan bagi para pengunjung. Wayan Suarbawa mengajak kami, Nusa Penida Post masuk ke dalam Goa  Gala-gala untuk menyaksikan lebih dekat keistimewaannya. Sambil memasuki Goa gala-gala, Suarbawa bercerita bahwa Goa Gala-gala dibuat  menggunakaan banyak kotoran sapi. Kotoran sapi itu dibakar untuk memanaskan batu kapur dengan tujuan agar batu kapur mudah dipahat dan dibentuk.

goa gala

Arsitektur Dalam Goa Gala-Gala

goa gala3

Menelusuri Goa Gala-gala dengan kedalaman sekitar 7 meter ini, sungguh menakjubkan. Ada beberapa ruangan-ruangan dengan fungsi berbeda-beda. Ada dapur, sumur, ruang tidur, tempat meditasi, ruang tamu dan yang lebih unik ditunjukkan oleh Wayan Suarbawa yang langsung menjadi guide kami bahwa ada suatu tempat diberi nama Sungai Yamuna dan Sungai Gangga. Di sana juga  ditemui pahatan-pahatan  dinding ruangan yang menyerupai bentuk gajah. Berdasarkan keterangan dan prasasti  yang ada, Mangku Byasa membuat Goa Gala-gala tersebut seorang diri selama 11 tahun yaitu dari tahun 1961 sampai dengan 1972. Sungguh sebuah mahakarya yang patut dihargai karena telah mengangkat nama Lembongan khususnya dan Nusa Penida pada umumnya. Goa Gala-gala telah menjadi situs warisan cagar budaya dari Mangku Byasa sehingga menjadi tujuan utama wisatawan. Selain itu wisatawan yang berkunjung ke Lembongan juga bisa mengunjungi  keindahan pantai dengan pasir putih dan hutan mangrove-nya. (Yan Su)