Gema Genta Memohon Kedamaian Dunia di Pura Goa Lawah

DAWAN, NUSA PENIDA POST

Merosotnya nilai- nilai sosial dan berbagai bencana alam yang terjadi belakangan seolah semakin menegaskan ada degradasi yang sangat memprihatikan dari berbagai dimensi. Manusia terlihat begitu serakah mengekploitasi seluruh isi alam tanpa mempertimbangan keseimbangan yang berujung pada malapetaka. Umat manusia kini dituntut untuk lebih peka dan peduli dengan lingkungan, peduli dengan sesama dan bisa saling menghormati. Berbagai upaya nyata untuk menyelamatkan alam telah dilakukan sesuai dengan cara masing-masing.

Doa bersama diikuti ratusan pemangku di Pura Goa Lawah untuk memohon kedamaian dunia (10/5)

Doa bersama diikuti ratusan pemangku di Pura Goa Lawah untuk memohon kedamaian dunia (10/5)

Seperti yang terlihat pada Minggu sore, (10/5) lalu lebih dari seratus pemangku dan pendeta melakukan doa bersama di Pura Goa Lawah, Dawan Klungkung dengan menggunakan 108 genta. Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta juga turut hadir pada ritual doa bersama yang digagas oleh Dewa Ketut Puja Suradnya. Menurut Wabup Kasta, doa bersama merupakan salah satu wujud untuk kerahayuan jagat baik sekala maupun niskala, sehingga tercipta kedamaian dan suasana yang harmonis antara bhuana agung (red; alam semesta) dan bhuana alit (red; manusia)

“Dengan merafalkan gayatri mantram secara bersama-sama diiringi suara bajra akan memberikan nuansa religius dan menggugah umat untuk selalu berfikir, berkata dan berprilaku berlandaskan kebenaran dharma,” ujar Kasta.

Dewa Ketut Puja Suradnya pengagas cara menyampaikan bahwa doa bersama 108 bajra atau genta digelar setiap bulan secara bergiliran di seluruh kabupaten di Bali. Suradnya juga mengatakan, doa bersama ini telah berjalan lebih dari setahun. Salah satu tujuan dari kegiatan doa bersama 108 bajra menurutnya adalah untuk memohon kedamaian dunia.

“Salah satu tujuan doa bersama adalah untuk kedamaian dunia,” ungkap Suradnya.

Selain doa bersama, kegiatan juga dirangkai dengan dharma wacana tentang budi pekerti oleh Ida Pandita Mpu Yoga Natha dari Griya Giri Kusuma Pangi, Desa Pikat, Kecamatan Dawan.

“Melalui dharma wacana ini para siswa memiliki pemahaman untuk meningkatkan rasa saling menghormati,” tambah Suradnya.

Reporter: Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi