Gegalah Rare Angon Gelar Lomba Layang-layang Perdana

KUTAMPI KALER, NUSA PENIDA POST

Lomba layang-layang kini tidak hanya dinikmati oleh masyarakat Bali daratan. Kelompok Gegalah Rare Angon dari Desa Pekraman Sandi Buana, Desa Kutampi Kaler menggelar lomba layang-layang untuk kali perdana pada Minggu (6/8) sementara penyerahan hadiah dilakukan Rabu (9/8) kemarin. Setidaknya ada 26 peserta turut serta dalam perlombaan dengan tiga kategori layangan, baik itu bebean, janggan dan pecukan dengan ukuran diameter minimal 1 meter. Menurut sekretaris panitia Putu Gde Sukawidana, lomba digelar sebagai bentuk pelestarian budaya dan mengembangkan kreativitas sekaligus menyambut perayaan hari kemerdekaan RI yang ke-72.

Gegalah Rare Angon menggelar lomba layang-layang perdana, Minggu, (6/8) di Nusa Penida

“Ini untuk melestarikan budaya melayangan serta mengembangkan kreatifitas generasi muda. Selain itu juga untuk memupuk serta mempererat rasa persaudaraan dan solidaritas. Ini juga untuk menyambut hari kemerdekaan RI,” jelas Sukawidana.

Lebih lanjut pihaknya berharap meski diawal kegiatan diikuti 26 peserta, kedepan lomba layang-layang bisa menjadi agenda tahunan. Jika memungkinkan ada tempat khusus yang lebih refresentatif untuk menggelar lomba.

“Tempatny ya memang kurang memadai tetapi semangat peserta sangat tinggi dan patut diacungi jempol. Siapa tahu nanti ada tempat khusus untuk lomba ini. Kita juga berterima kasih kepada semua donatur yang sudah mendukung acara ini,” ucap I Made Suarta selaku Ketua Gegalah Rare Angon.

Juara pertama untuk kategori layangan bebean diraih oleh peserta dari Banjar Kutampi disusul Bunga Mekar di posisi kedua dan Banjar Sidewayah di posisi ketiga. Sementara kategori layangan pecukan, peserta dari Banjar Waru keluar sebagai juara satu dan posisi kedua diikuti Banjar Telaga dan ditutup posisi ketiga oleh peserta dari Banjar Celuk. Khusus kelompok layangan janggan, peserta dari Banjar Sidewayah keluar sebagai pemenang dan Banjar Pilah meraih runnerup serta Banjar Telaga mengunci juara ketiga.

Reporter: I Gede Sumadi

Editor: I Gede Sumadi & I Komang Budiarta